Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Begini Cara Kerja Teknologi Air Suspension di Bus Hino R260 AS

sistem kerja air suspension di bus Hino R260 AS dimulai dari kompresor yang menyuplai udara ke air tank sampai mencapai tekanan udara yang diinginkan.

Begini Cara Kerja Teknologi Air Suspension di Bus Hino R260 AS
IST
Hino R260 Air Suspension 

Bus dengan kaki-kaki suspensi udara sudah menjado kebutuhan di Indonesia. Sebelumnya, sejak beberapa tahun terakhir Hino sudah memasarkan sasis bus Hino RN285 dengan suspensi udara.

Armada bus malam AKAP PO Sinar Jaya untuk trayek Jakarta-Surabaya full via Tol Trans Jawa terparkir di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Januari 2020. Bus ini menggunakan chassis dan mesin Hino RN 285 bermesin diesel commonrail 4 langkah segaris denhan turbo charged intercooler berkapasitas 7.684 cc.
Armada bus malam AKAP PO Sinar Jaya trayek Jakarta-Surabaya full via Tol Trans Jawa di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Januari 2020. Bus ini menggunakan chassis dan mesin Hino RN 285 bermesin diesel commonrail 4 langkah segaris denhan turbo charged intercooler berkapasitas 7.684 cc. (TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN)

Sejumlah operator penggunanya adalah PO Eka Sidoarjo, PO Harapan Jaya Tulungagung, PO Sinar Jaya, Bekasi, PO Haryanto di Kudus dan sejumlah operator bus di Tanah Air termasuk operator bus pariwisata.

Kompetitor OH 1626

Dilihat dari spesifikasinya, sasis Hino R260 AS yang resmi dipasarkan April 2021 ini oleh Hino, menjadi kompetitor buat sasis OH 1626 dari Mercedes-Benz yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia dan mendapat respon positif di pasar.

Kedua tipe sasis ini sama-sama memiliki output tenaga mesin sebesar 260 horse power. Perbedaan antara keduanya, antara lain terletak pada tipe sasisnya. 

Mercedes-Benz OH 1626 menggunakan tipe sasis modular yang sangat pendek, yang kemudian oleh karoseri bisa dikembangkan menjadi bus dengan rangka sasis space frame untuk memaksimalkan ruang bagasi di bawah dek penumpang atau dikenal dengan istilah bagasi tembus.

Sasis bus Mercedes-Benz OH 1626
Sasis bus Mercedes-Benz OH 1626 (Mercedes-Benz Indonesia)

Sementara, pada R260 AS, Hino tetap mempertahankan sasis tipe ladder frame atau disebut sasis tipe tangga seperti pada sasis Hino R260.

Untuk memaksimalkan kapasitas bagasi, kedua tipe sasis ini menempatkan tangki bahan bakar di bagian tengah sasis, diapit oleh 2 batang sasis di kiri-kanan.

Dengan aplikasi suspensi udara pada versi R260 AS, perjalanan jauh menaiki bus ini menjadi lebih nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh. 

Hino R260 AS menyasar segmen operator bus pengguna bus besar, baik untuk kebutuhan transportasi bus kota, bus antar kota maupun bus charter (pariwisata).

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas