Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pakai Pertamax, Mesin Motor Aman Bebas Ngelitik

Jika diisi dengan BBM dengan RON terlalu tinggi, dapat menyebabkan mesin sepeda motor menjadi ngelitik.

Pakai Pertamax, Mesin Motor Aman Bebas Ngelitik
teknik-otomotif.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memilih Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tunggangan kesayangan tidak boleh sembarang, sebab ini berpengaruh ke terhadap performa mesin.

Dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin sepeda motor, emisi gas buang yang dihasilkan pun akan semakin sedikit.

"Untuk BBM cukup disesuaikan dengan spek dari mesin saja. Untuk motor sekarang rata-rata masih bisa dengan Pertamax atau Pertalite, yang perlu diperhatkan mungkin volume di tangki saja. Jangan sampai telat isi apalagi sampai habis," tutur Mekanik Senior Harapan Motor Depok Wawan Sutawijaya kepada Tribunnews, Senin (12/7/2021).

Jika sepeda motor diisi dengan bahan bakar yang Research Octane Number atau RON-nya terlalu rendah, performa mesin akan terasa kurang tenaga.

Baca juga: Cara Merawat Rantai Sepeda Motor: Gunakan Pelumas, Pakai Penggaris untuk Ukur Kekenduran

Sedangkan jika diisi dengan BBM dengan RON terlalu tinggi, dapat menyebabkan mesin sepeda motor menjadi ngelitik.

Hal ini terjadi saat pembakaran datang lebih awal, sehingga tidak sesuai dengan pengapian pada mesin.

Baca juga: Perbedaan Premium, Pertalite, dan Pertamax, Mana yang Lebih Bagus?

Selain itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai akan menghasilkan kerak pada mesin, karena pembakaran yang tidak sempurna.

"Menggunakan spek oktan yang pas tentu akan lebih menguntungkan, selain tenaga mesin yang maksimal juga akan lebih irit. Motor sekarang cukup Pertamax saja. Selain mudah didapat rata-rata spek motor sekarang menggunakan Pertamax walaupun pertalite masih direkomendasikan," terang Wawan.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas