Audi RS 4 Avant, Wagon Paling Bertenaga Milik Audi Meluncur di Indonesia
Garuda mataram luncurkan The New Audi RS 4 Avant sebagai sebuah station wagon paling bertenaga yang tampil semakin sporty.
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Mataram Motor, Agen Pemegang Merek Audi di Indonesia resmi merilis The New Audi RS 4 Avant.
Sebuah station wagon paling bertenaga yang tampil semakin sporty, ini akan dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 2,799 miliar, on the road Jakarta.
The New Audi RS 4 Avant di Tanah Air mengusung mesin berbahan bakar bensin V6 2.9 Liter TFSI Twin-Turbo.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak hingga 450 PS dan torsi maksimal yang mencapai 600 Nm.
Baca juga: Kadin Optimistis RI Bakal Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar di Dunia
Torsi puncak ini dapat diraih mulai 1.900 hingga 5.000 rpm yang memungkinkan mobil ini berakselerasi 0 – 100 km/jam hanya dalam 4,1 detik.
Dengan paket dinamik RS, kecepatan maksimalnya juga dapat ditingkatkan dari 250 km/jam menjadi 280 km/jam.
Mesin TFSI ini berbobot hanya 182 kg, yang artinya 31 kg lebih ringan dibandingkan mesin V8 yang digunakan oleh generasi sebelumnya.
Tak hanya output tenaga yang mengesankan, namun mesin V6 twin-turbo yang digunakan The New Audi RS 4 Avant ini juga menghasilkan efisiensi yang istimewa.
Berdasarkan hasil pengujian WLTP terbaru, mobil ini menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 10,8 km/liter (9,2 liter/100 km), dengan emisi CO2 mencapai 211 gr/km.
Baca juga: Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Kini Jadi Kendaraan Operasional KBRI Seoul
Angka konsumsi bahan bakar ini lebih rendah 17 persen dibandingkan model sebelumnya.
Limpahan output dari mesin 2.9 liter TFSI ini diteruskan ke sistem penggerak empat roda permanen quattro yang dimiliki Audi melalui transmisi otomatis 8-speed tiptronic.
Dalam kondisi pengendaraan normal sehari-hari, tenaga yang didistribusikan oleh centre differential secara mekanikal 60 persen ke poros roda belakang dan 40 persen ke roda depan.
Jika satu poros terdeteksi mengalami selip, maka sebagian besar tenaga akan dialihkan secara otomatis ke poros lainnya, hingga 70 persen ke poros depan atau 85 persen ke poros belakang melalui sistem kendali elektronik (ESC) dan kontrol traksi.
Baca juga: Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik Hyundai-LG Energy Mulai Berproduksi Awal 2024