Tribun Otomotif

Indonesia Perlu Akselerasi Pengembangan Mobil Listrik Agar Tak Ketinggalan dari Vietnam

Vietnam kini telah memproduksi mobil nasional bertenaga listrik VinFast dengan total investasi 5,4 miliar dolar AS dan siap dipasarkan di Indonesia. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Indonesia Perlu Akselerasi Pengembangan Mobil Listrik Agar Tak Ketinggalan dari Vietnam
Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Mobil listrik MG 5 EV dipamerkan di booth MG Motor di gelaran pameran otomotif GIIAS 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dinilai perlu mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik, seiring cepatnya pengembangan yang dilakukan negara tetangga.

Vietnam misalnya, kini telah memproduksi mobil nasional bertenaga listrik VinFast dengan total investasi 5,4 miliar dolar AS dan siap dipasarkan di Indonesia. 

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai progres pengembangan mobil listrik negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Saat ini tidak ada yang perlu ragu lagi dalam mengembangkan kendaraan listrik di tanah air, karena pemerintah sudah sangat jelas membuat roadmap industri ini. Kalau tidak agresif Indonesia bisa tertinggal, padahal kita memiliki pasokan bahan baku baterai mobil listrik yang melimpah," kata Bebin, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Holding IBC Perlu Dana 15,3 Miliar USD untuk Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik

Menurutnya, mobil listrik merupakan kendaraan masa depan, dan hal ini menjadi sebuah peluang baru bagi industri otomotif Indonesia. 

"Pemerintah juga mesti aktif mengajak pihak swasta dalam mengembangkan kendaraan listrik di tanah air, sehingga ekosistem saling terhubung," tuturnya.

Baca juga: Siap Bersaing dengan Tesla, Pabrikan Vietnam VinFast Luncurkan Dua Mobil Listrik di LA Auto Show

Aksi yang dibutuhkan saat ini, kata Bebin, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik mulai dari hulu hingga hilir, termasuk di dalamnya menyediakan industri komponen penunjang, terutama baterai.

Baca juga: Mengenal E-GMP, Platform Kendaraan Listrik Hyundai

Dia menyebut, pemerintah juga perlu menyusun skenario untuk mengimbangi penetrasi pasar oleh Vietnam, satu di antaranya membuka bisnis penyewaan baterai untuk menunjang eksistensi lalu lintas mobil listrik.

“Saat ini sejumlah negara sudah mulai serius untuk menanamkan investasi di sektor kendaraan listrik, seperti Korea melalui Hyundai. Dia sangat aktif dan justru menjadi perintis memproduksi mobil listrik di tanah air dan saya melihat itu menjadi trigger,” kata Bebin. 

Trigger itu, kata Bebin, buat pemain-pemain lama yang sudah malang melintang dalam industri otomotif di Indonesia seperti merek-merek dari negeri Sakura. 

“Korea sudah lompat ke listrik tapi Jepang justru ingin mengembangkan mobil hybrid yang bagus. Saya pikir pada tahun depan akan semakin banyak lagi pemain mobil listrik yang bakal masuk Indonesia, karena kita jelas punya daya tarik yang sudah mendunia," tuturnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas