Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Mendeteksi Penyakit yang Kerap Muncul di Mobil Bekas Eks Taksi

Anda perlu juga mewaspadai bahwa ada penyakit umum yang kerap ditemui di mobil bekas eks taksi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Mendeteksi Penyakit yang Kerap Muncul di Mobil Bekas Eks Taksi
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Toyota Limo eks taksi bisa menjadi alternatif pilihan membeli mobil seken untuk keluarga, dengan harga yang relatif terjangkau. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Membeli mobil eks taksi memang pilihan menarik di tengah keterbatasan anggaran, saat akan memutuskan membeli mobil seken alias mobil bekas.

Ini karena mobil eks taksi menawarkan harga yang cukup terjangkau dengan harga jual yang umumnya di bawah pasaran dengan merek dan jenis mobil yang setara.

Hanya saja, Anda perlu juga mewaspadai bahwa ada penyakit umum yang kerap ditemui di mobil bekas eks taksi.

Abdurochim Irwandi, pemilik showroom mobil bekas Anda Mobilindo di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan menjabarkan penyakit umum yang ada di mobil bekas eks taksi.

"Paling sering oli mesin ada lumpur atau oil sludge," bukanya.

Baca juga: Pembiayaan Mobil Bekas Diprediksi Tetap Bergairah Tahun Ini Meski Ada Insentif PPnBM

Menurut Abdurochim, endapan lumpur di dalam mesin terbentuk karena jam terbang mesin mobil taksi yang tinggi.

Penguapan oli mesin yang terjadi lebih tinggi sehingga kapasitas oli cepat menyusut.

Baca juga: Ini Dia Mobil-mobil Seken yang Dibanderol Rp 60 Juta

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada campuran kotoran dan penyusutan oli mesin memudahkan terjadinya endapan lumpur," terang Abdurochim.

Penyakit umum lainnya yaitu kerusakan pada sektor kaki-kaki. Karena sejak baru digunakan sebagai mobil angkutan umum, sektor kaki-kaki, terutama di suspensi dan arm, pada mobil bekas eks taksi umumnya melemah.

Baca juga: Muat Banyak Penumpang, Harga Nissan Evalia Seken Makin Terjangkau, Segini Biaya Servisnya

"Yang perlu dicek juga di air radiator yang biasanya mengental," tutur Abdurochim.

"Kerja mesin terus-terusan membuat cairan coolant menguap dan mengering, menyisakan residu yang membentuk pengentalan cairan," ujarnya. 

Laporan Reporter: Radityo Herdianto l Sumber: Gridoto

Sumber: Gridoto
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas