Tribun Otomotif

Bus Listrik Pertama Buatan Indonesia Diserahkan UI ke Pemerintah untuk Dukung G20

Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bus listrik buatannya yang bekerja sama dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) kepada Pemerintah

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
zoom-in Bus Listrik Pertama Buatan Indonesia Diserahkan UI ke Pemerintah untuk Dukung G20
HO
Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bus listrik buatannya kepada Pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bus listrik buatannya yang bekerja sama dengan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) kepada Pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali.

Bus dengan panjang 12 meter dan bobot maksimal 16 ton tersebut seluruh komponennya dirancang oleh para tenaga ahli UI, mulai dari platform chassis-nya, sistem penggerak, sistem rem, sistem kendali, inverter, dashboard dan sistem pendinginnya (air conditioning).

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, menjelaskan UI berkomitmen mendukung program-program pemerintah dan turut serta hadir memberikan kontribusi dalam gelaran besar G20.

Baca juga: Meski Penjualan Bertumbuh, Tapi Pengajuan Pembiayaan Mobil Listrik Masih Rendah

"Dengan ini, UI menyerahkan Bus Listrik kepada pemerintah sebagai salah satu sarana transportasi penyelenggaraan Presidensi G20," tutur Ari, Jumat (10/6/2022).

Bus listrik berhasil dibuat berkat dukungan dari Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) yang menginvestasikan dana pengembangan sebesar Rp 12,65 miliar untuk pengembangan platform bus listrik dan Rp 5 milyar untuk pengembangan sistem penggerak atau motor listrik oleh UI.

Baca juga: Kendarai Sepeda Motor Listrik, Presiden Bonceng Ibu Negara di Wakatobi

Fase pengembangan disebut telah sepenuhnya selesai dan UI melalui mitra PT Mobil Anak Bangsa (MAB) siap mengkomersialkan hasil penelitian bus listrik itu.

Bus listrik yang dihasilkan UI kemungkinan dapat dibeli dengan harga sangat bersaing, berkisar Rp 5 miliar dan sudah sesuai dengan regulasi pemerintah terkait kendaraan yang beroperasi di jalan raya.

Bus listrik UI
Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bus listrik buatannya kepada Pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali. Serah terima dilakukan di kampus UI, Depok, Jumat (10/6/2022).

Penelitian kendaraan listrik UI juga telah melahirkan perusahaan pemula (startup) teknologi, yaitu PT NSAD yang sangat mumpuni dalam bidang perancangan sistem elektronika dan kendali di tingkat nasional.

Bus yang diserahkan juga telah siap melalui uji tipe sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Saat ini, bus listrik UI merupakan satu-satunya prototipe bus berukuran besar hasil penelitian universitas di Indonesia yang siap disertifikasi uji tipe dan setelahnya siap digunakan di jalan raya.

Direktur LPDP Andin Hadiyanto, mengatakan hasil pengerjaan prototipe bus listrik tersebut bukanlah sesuatu yang instan karena telah melalui jalan panjang penelitian selama kurang lebih 10 tahun.

"Proses yang telah dijalani dan telah menghasilkan output yang tidak hanya berupa produk fisik (tangible), tetapi juga output dan outcome yang tak ternilai (intangible) diantaranya adalah talenta periset kendaraan listrik, kekayaan intelektual (KI), peningkatan kapasitas lembaga dan lain–lain," ungkap Andin.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyebut penggunaan produk dalam negeri di pemerintah dapat mendorong potensi pasar bus yang sifatnya captive.

"Misalnya, potensi pasar untuk bus trans kota. Banyak Pemerintah Daerah yang sudah memiliki armada bus trans kotanya, seperti Transjakarta, Trans Solo, Trans JogJa, Trans Deli, Bus Kita dan lain-lain," ucap Budi.

Budi menambahkan, terdapat captive market pada bus platform bandara, layaknya bus shuttle dan transit atau transfer gate, bus transportasi dari kota ke bandara (yg dikelola oleh DAMRI), serta bus kendaraan dinas K/L.

"Ini adalah peluang besar bagi Indonesia karena bus listrik yang dihasilkan UI ini tidak hanya produk rancangan dan buatan dalam negeri tetapi juga bermerek nasional. Oleh sebab itu, Pemerintah perlu menciptakan pasarnya dan memberikan insentif industri, pembeli dan penggunanya," ujarnya.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas