Tribun Otomotif

Buntut dari Masalah Kesehatan dan Keamanan, Karyawan Stellantis di AS Lakukan Aksi Mogok Kerja

Pada Mei lalu, Stellantis dan Samsung SDI mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan lebih dari 2,5 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baterai

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Buntut dari Masalah Kesehatan dan Keamanan, Karyawan Stellantis di AS Lakukan Aksi Mogok Kerja
Detroit News
Pabrik stamping plant Sterling Heights milik Stellantis NV di Michigan, Amerika Serikat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Serikat pekerja Stellantis yang tergabung dalam United Auto Workers (UAW) di pabrik Kokomo, Indiana Amerika Serikat melakukan aksi mogok kerja pada Sabtu (10/9/2022) dengan alasan kesehatan dan keamanan.

Dilansir dari Reuters, Minggu (11/9/2022) serikat pekerja menuntut perusahaan mengganti sistem pemanas dan pendingin udara, menyediakan seragam bersih dan peralatan perbaikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.

Tidak jelas berapa lama pemogokan akan berlangsung atau sampai sejauh mana produksi akan terpengaruh.

Baca juga: Stellantis Pangkas Produksi Hingga 220.000 Kendaraan Imbas Krisis Chip Global

Wakil Presiden UAW, Cindy Estrada mengatakan bahwa Stellantis mengaku tidak memiliki anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar para pekerjanya, padahal perusahaan itu baru saja mendapatkan keuntungan besar dan menginvestasikan miliaran dolar AS untuk mendirikan pabrik baterai baru.

Pada Mei lalu, Stellantis dan Samsung SDI mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan lebih dari 2,5 miliar dolar AS untuk membangun pabrik baterai baru di Kokomo, Indiana, AS.

Rencananya, pembangunan pabrik baterai itu akan dimulai pada 2025 mendatang, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 23 gigawatt jam dan akan meningkat menjadi 33 gigawatt jam dalam beberapa tahun ke depan.

"Setelah tawar-menawar dengan itikad baik selama dua hari dan mengajukan tawaran yang kami yakini telah mengatasi kekhawatiran serikat pekerja, kami kecewa dengan keputusan UAW untuk keluar," kata Stellantis dalam sebuah pernyataan.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas