Tribun Otomotif

Mobil Listrik

Gaikindo: Mobil Listrik Harga Rp 300 Jutaan Banyak Peminat

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, menyampaikan tren baru kendaraan listrik untuk segmen menengah ke atas terus tumbuh positif

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Gaikindo: Mobil Listrik Harga Rp 300 Jutaan Banyak Peminat
dok. Seven Events
Test drive mobil listrik Wuling Air ev di area indoor pameran otomotif GIIAS 2022. Kementerian Perindustrian mengungkapkan minat masyarakat terhadap Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di ajang GIIAS 2022 cukup bagus. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengungkapkan minat masyarakat terhadap Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di ajang GIIAS 2022 cukup bagus.

Dimana sebanyak 1.594 unit kendaraan listrik berhasil terjual di ajang ini.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, menyampaikan tren baru kendaraan listrik untuk segmen menengah ke atas terus tumbuh positif, namun data dari Gaikindo menjabarkan daya beli masyarakat itu ada dikisaran Rp 300 juta ke bawah.

Baca juga: Dukung Percepatan Penggunaan Mobil Listrik, PLN Siapkan Sistem hingga Diskon Pengisian Daya Baterai

"Kalau kendaraan tersebut bisa dibuat dan dijual dengan kisaran Rp 300 juta ke bawah, tentunya ini akan mendapat banyak minat. Di GIIAS kemarin kendaraan harganya dikisaran Rp 300 juta itu banyak peminat dan itu terulang lagi di GIIAS Surabaya. Di hari pertama sudah ada yang membeli," tutur Kukuh dalam acara Ngovsan Bersama Forwot, Kamis (15/9/2022).

Kukuh menjelaskan, industri otomotif ini adalah industri jangka panjang, BEV adalah satu alternatif energi masa depan dan Indonesia juga punya pilihan lain di samping BEV, ada hybrid yang penjualannya juga meningkat.

"Selama harganya terjangkau pasti akan banyak diminati oleh masyarakat," imbuhnya.

Ia menambahkan, infrastruktur masih menjadi pertimbangan masyarakat dalam membeli EV. Jika makin masif dibangun, tentu akan kian menarik minat konsumen.

Baca juga: Ekonom: Pemda dengan APBD Terbesar Bisa Jadi Contoh Pakai Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

"Kalau infrastruktur sudah tersedia banyak dan teknologi semakin banyak, tentu akan semakin menarik. Kita ingin menekankan kendaraan EV juga harus menggunakan komponen dari Indonesia, ini yang perlu waktu agak lama prosesnya. Kita tahu semuanya bahwa raw materialnya ada di sini, kami harapkan nikel dan yang lainnya bisa diolah dan dijadikan baterai yang pada 2024 akan siap diproduksi dan digunakan untuk kendaraan buatan Indonesia," ucap Kukuh.
 

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas