Tribun Otomotif

Mobil Listrik

Transisi Kendaraan Elektrifikasi yang Tidak Tertata akan Melemahkan Posisi Indonesia

Indonesia menargetkan netralitas karbon pada 2060, langkah yang dilakukan ialah transisi energi dan transformasi industri, maupun bisnisnya.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Transisi Kendaraan Elektrifikasi yang Tidak Tertata akan Melemahkan Posisi Indonesia
ist
Toyota Indonesia menggelar seminar nasional tahap ke empat yang berlokasi di ITB ini mengusung tema "Strategi Transisi Pengembangan xEV Menuju NZE dan Manajemen Unit in Operation (UIO) di Indonesia", di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Memasuki era kendaraan elektrifikasi menjadi pilihan berbagai negara dan produsen kendaraan bermotor untuk mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.

Indonesia menargetkan netralitas karbon pada 2060, langkah yang dilakukan ialah transisi energi dan transformasi industri, maupun bisnisnya.

Pada sektor otomotif, produksi dan penggunaan mobil listrik maupun motor listrik terus digalakkan. Pemerintah mendorong hal tersebut dengan dukungan dari sisi fiskal maupun non fiskal, guna memperbesar populasi beragam kendaraan elektrifikasi.

Baca juga: Tantangan Industri Elektrifikasi Transportasi: Teknologi Hingga Masih Mahalnya Harga Jual

Transisi industri otomotif, termasuk rantai pasoknya merupakan strategi yang harus diimplementasikan untuk menjaga posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif.

Di samping bagaimana mengelola kendaraan atau unit kendaraan yang sudah ada selama ini (managing unit in operation/UIO).

Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, mengatakan transisi kendaraan elektrifikasi yang tidak tertata, akan melemahkan posisi Indonesia sebagai basis global industri otomotif.

"Kehadiran beragam teknologi kendaraan elektrifikasi rendah emisi yang lengkap, melalui pendekatan strategi multi-pathway akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia lebih cepat berkembang dan mengejar posisi sebagai pemain utama produsen, serta eksportir kendaraan elektrifikasi di kancah internasional," tutur Bob Azam dalam seminar nasional Strategi Transisi Pengembangan xEV Menuju NZE dan Manajemen Unit in Operation (UIO) di Indonesia, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Tantangan Industri Elektrifikasi Transportasi: Teknologi Hingga Masih Mahalnya Harga Jual

Menurut Bob Azam, roadmap industri otomotif nasional harus disusun dengan memperhitungkan ketersediaan energi, khususnya Sumber Daya Alam (SDA) tidak terbarukan.

"Dukungan Pemerintah di sektor transportasi melalui manajemen UIO (Unit in Operations), juga menjadi elemen penting untuk mempertahankan posisi dan kontribusi positif industri otomotif nasional selama lebih dari 5 dekade ini," ungkap Bob Azam.

Melalui kolaborasi Triple Helix antara Pemerintah, Akademisi dan Industri, Toyota menyelenggarakan rangkaian seminar nasional tahap ke empat yang berlokasi di ITB ini mengusung tema "Strategi Transisi Pengembangan xEV Menuju NZE dan Manajemen Unit in Operation (UIO) di Indonesia".

Harapannya seminar ini dapat menjadi bentuk kontribusi positif yang tidak hanya sekedar wacana, namun bersama-sama berkolaborasi mewujudkan penurunan emisi karbon di Indonesia.

Seminar series ke-4 ini memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan civitas akademia, mahasiswa generasi muda, serta masyarakat pada umumnya bahwa kontribusi teknologi elektrifikasi dengan pendekatan multi-pathway sesuai kebutuhan konsumen yang beragam dan strategi manajemen UIO yang ada, sangat berperan penting dalam mereduksi emisi untuk mencapai NZE (Net Zero Emission).

Bersama dengan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), strategi transisi dan manajemen UIO merupakan bagian integral dan kunci keberhasilan untuk mencapai NZE di Indonesia.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas