Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keranda Mayat Simbol Demokrasi Telah Mati

Puluhan orang pengunjuk rasa yang berasal dari Aksi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB), memberikan keranda mayat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Keranda Mayat Simbol Demokrasi Telah Mati
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Anggota Brimob bersenjata lengkap menjaga gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi gangguan saat sidang gugatan Pilpres, Rabu (6/8/2014). Polri mengerahkan sekitar 22.000 personelnya yang tersebar di beberapa pos pengamanan, termasuk untuk mengamankan sidang gugatan hasil Pilpres di MK. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan orang pengunjuk rasa yang berasal dari Aksi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB), memberikan keranda mayat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (6/8/2014).

Keranda mayat tersebut sebagai simbol keprihatinan kepada KPU yang telah menyelenggarakan Pilpres secara tidak adil.

"Keranda mayat ini sebagai bukti bahwa demokrasi telah sakit, demokrasi telah mati, dan KPU berperan dalam kematian demokrasi tersebut," ujar Koordinator Aksi, Maksum.

Maksum mengatakan dengan keranda mayat yang diberikan, dia berharap KPU akan baik ke depannya. Menurut Maksum KPU dapat bersikap adil dalam penyelenggaraan Pemilu lima tahun mendatang.

"Demokrasi sudah mulai tidak seperti yang diharapakan, banyak pelanggaran yang didiamkan, jauh dari rasa adil, keranda mayat ini supaya demokrasi lebih baik. Pemilu ke depan lebih baik," ujar Maksum.

Pantauan Tribunnews banyak spanduk berisi tulisan kekecewaan terhadap KPU dibawa oleh pengunjuk rasa dalam aksinya. Salah satunya bertuliskan pemilihan presiden bukan kontes dangdut.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
KPU
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas