Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puasa: 'Rem Biologis' Alami Pencegah Kanker

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi 'rem biologis' yang bantu tekan risiko kanker lewat autophagy dan kontrol metabolisme.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Puasa: 'Rem Biologis' Alami Pencegah Kanker
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION
ILUSTRASI PUASA - Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi 'rem biologis' yang bantu tekan risiko kanker lewat autophagy dan kontrol metabolisme. 

Penurunan mTOR ini sangat krusial. Dalam kondisi nutrisi terbatas, sel dipaksa keluar dari mode 'tumbuh terus' menuju mode 'bertahan dan memperbaiki'. 

Longo & Mattson (2014) serta Mattson et al. (2017) menunjukkan, pembatasan nutrisi memicu pergeseran metabolik yang meningkatkan ketahanan sel terhadap stres.

Dengan kata lain, puasa mematikan 'gas' pertumbuhan yang berlebihan dan mengaktifkan sistem perawatan internal.

Autophagy: Pembersihan dan 'Taubat' Seluler

Salah satu mekanisme kunci yang diaktifkan saat puasa adalah autophagy—proses daur ulang komponen seluler yang rusak. 

Madeo et al. (2015) menegaskan, autophagy berperan penting dalam pencegahan kanker dan perpanjangan usia sel.

Melalui autophagy, sel:

  • Menghancurkan protein abnormal
  • Membersihkan mitokondria yang rusak (mitophagy)
  • Mengurangi akumulasi agregat toksik
  • Menekan stres oksidatif

Tanpa autophagy, 'sampah molekuler' menumpuk dan memicu instabilitas genom. Puasa membuka ruang bagi proses ini bekerja optimal.

Rekomendasi Untuk Anda

Ibarat rumah yang rutin dibersihkan, puasa memberi kesempatan sel melakukan 'pembersihan besar' sebelum kembali menerima beban metabolik.

Menekan Senescence dan Inflammaging

Penuaan biologis tidak hanya soal usia, tetapi akumulasi sel yang berhenti membelah namun tetap aktif secara inflamasi—disebut cellular senescence (López-Otín et al., 2013).

Sel senesens menghasilkan senescence-associated secretory phenotype (SASP), yaitu molekul proinflamasi yang menciptakan kondisi inflammaging yaitu peradangan kronik tingkat rendah yang berkaitan dengan penyakit jantung, diabetes, dan kanker (Franceschi et al., 2018).

Pembatasan nutrisi dan puasa terbukti:

  • Menurunkan aktivasi mTOR kronik
  • Mengurangi stres oksidatif
  • Meningkatkan pembersihan sel rusak
  • Menekan lingkungan proinflamasi

Dengan demikian, puasa berpotensi memperlambat akumulasi sel senesens dan menekan risiko degeneratif.

Apoptosis: Kematian Secara Terhormat

Tubuh juga memiliki mekanisme kematian sel terprogram yang disebut apoptosis. 

Berbeda dari nekrosis yang merusak, apoptosis adalah proses teratur dan tidak inflamatorik.

Dalam konteks pencegahan kanker, apoptosis sangat penting karena:

  • Menghapus sel dengan DNA rusak
  • Mengeliminasi sel pra-kanker
  • Menjaga keseimbangan jumlah sel
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas