Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ada Pandemi Corona, Kemendikbud: Pendidikan Tinggi Tidak Perlu Kurikulum Darurat

Pada masa pandemi corona ini, Nizam mengatakan hampir seluruh kampus telah menjalankan kuliah online.

Ada Pandemi Corona, Kemendikbud: Pendidikan Tinggi Tidak Perlu Kurikulum Darurat
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Relawan dari kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga secara sukarela membuat face shield di sela tugas kuliah online di aula FK Unair, Surabaya, Senin (23/3/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengatakan saat proses pembelajaran di perguruan tinggi belum membutuhkan kurikulum darurat.

Dia mengatakan sejauh ini sejumlah perguruan tinggi telah memanfaatkan teknologi pembelajaran online di tengah pandemi corona.

“Tidak perlu kurikulum darurat. Tinggal bagaimana perguruan tinggi memanfaatkan teknologi secara efektif dan efisien untuk pelaksanaan pembelajaran daring baik secara sinkronis maupun asinkronis," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020).

Nizam mengungkapkan, pola pembelajaran daring telah didorong untuk diterapkan di kampus pada era tahun 2000-an. Namun saat itu, belum banyak kampus yang mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran.

Baca: DPR Bingung, Kemenhub Buka Kembali Layanan Transportasi, Padahal Kasus Corona Masih Tinggi

Namun pada masa pandemi corona ini, Nizam mengatakan hampir seluruh kampus telah menjalankan proses pembelajaran online.

"Saat pandemi ini, hampir seluruh kampus melaksanakan pembelajaran daring. Menurut survei yang dilakukan April lalu, 95 persen perguruan tinggi melaksanakan pembelajaran daring," tutur Nizam.

Baca: Mulai Hari Ini, 8 Mei 2020 Citilink Kembali Terbangi Rute Domestik

Nizam mengungkapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyediakan plaform pembelajaran daring SPADA untuk memfasilitasi pembelajaran daring.

Platform ini dapat digunakan secara bersama-sama, terutama untuk kampus-kampus yang belum memiliki Learning Management System (LMS) untuk pelaksanaan proses pembelajaran daring.

Baca: Badan Tercabik, Petani Karet Diterkam Beruang Muara Enim dan Nyaris Tewas

Saat ini di dalam SPADA terdapat 244 perguruan tinggi yang berbagi modul perkuliahan dan lebih dari 30.000 konten yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas