Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Sekolah di Zona Hijau Boleh Buka, Hanya Berlaku untuk SMP dan SMA

Menurut Nadiem, tiga zona itu masih berpotensi besar terhadap penularan virus corona.

Sekolah di Zona Hijau Boleh Buka, Hanya Berlaku untuk SMP dan SMA
Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Mendikbud Nadiem Makarim. 

"Pertama, kabupaten/kota harus zona hijau. Kedua, pemda harus memberikan izin. Ketiga, satuan
pendidikan sudah memenuhi semua checklist dari persiapan pembelajaran tatap muka.

Saat tiga-tiganya ini (dipenuhi), sekolahnya boleh mulai pembelajaran tatap muka," kata Nadiem.

Baca: Karyawannya di Bagian Dapur Ini Diduga Dipakai Ruben Onsu untuk Dapatkan Resep Ayam Geprek Sujono

"Ada satu lagi perizinan, yaitu orang tua muridnya harus setuju anaknya untuk pergi sekolah. Jadi misalnya sudah zona hijau, pemda sudah izinkan, satuan pendidikan sudah penuhi checklist, sekolah bisa mulai. Tapi tidak bisa paksa murid yang orang tuanya tidak perkenankan murid sekolah karena merasa tidak aman. Jadi kalau ortunya tidak merasa aman, murid itu boleh belajar dari rumah," jelasnya lagi.

Baca: Wajah Pilot Jet Tempur TNI AU yang Jatuh di Riau Diolesi Salep

Pembukaan sekolah sendiri akan dimulai dari tingkat SMP dan SMA. Kemudian baru dilanjutkan ke tingkat yang lebih rendah.

"Mereka (yang hijau) boleh kalau pemdanya setuju, kita mulai dari SMP, SMA, baru dua bulan kemudian SD, baru dua bulan lagi PAUD, itu pun dengan protokol masa transisi di mana kapasitas di kelas dikurangi
secara dramatis," tutur mantan CEO Gojek itu.

Nadiem meminta Pemda dan dinas pendidikan di zona hijau segera mempersiapkan pembukaan kembali sekolah. “Pemda silakan ambil keputusan soal bersekolah secara tatap muka, sisanya 94 persen tidak diperkenankan karena mereka masih ada risiko penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Bagaimana jika zona hijau kemudian berubah menjadi zona kuning? Menurut  Nadiem, jika suatu daerah zona hijau berubah menjadi kuning, artinya ada peningkatan kasus berdasarkan data Gugus Tugas, maka sekolah kembali ditutup dan siswa belajar online.

"Kalau zona hijau itu jadi kuning, dimulai dari awal lagi, dibubarkan lagi. Diharapkan yang hijau tetap hijau," ucap Nadiem.

Prinsip utama di masa pandemi ini, kata Nadiem adalah keselamatan, meski banyak hal dikorbankan terutama berkurangnya kualitas belajar mengajar karena via daring. "Di masa Covid-19 ini Kemendikbud mengambil sikap bahwa keselamatan dan kesehatan adalah yang utama," tegasnya.

Nadiem menegaskan tahun ajaran baru akan tetap dibuka pada pertengahan Juli 2020. "Pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah, seperti yang saya sudah infokan sebelumnya, tahun ajaran 2020/2021 tidak berubah jadwalnya, tetap di Juli 2020," ujar Nadiem.(tribun network/fah/dod)

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas