Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cara Mengajar yang Menyenangkan Atasi Kejenuhan Siswa Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

Pemerintah berharap kegiatan PJJ ini akan bisa tetap dilaksanakan hingga setelah pandemi berlalu.

Cara Mengajar yang Menyenangkan Atasi Kejenuhan Siswa Jalani Pembelajaran Jarak Jauh
dok.
Webinar Kiat Mengatasi Kejenuhan Ajar-Mengajar Selama PJJ di Masa Pandemi, Kamis, 4 Maret 2021 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak pandemi terjadi, sekolah-sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah.

Pemerintah kemudian menerapkan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai jawaban atas semangat belajar yang harus tetap dilakukan di mana pun dan kapanpun.

Pemerintah berharap kegiatan PJJ ini akan bisa tetap dilaksanakan hingga setelah pandemi berlalu.

Namun, menurut survei kejenuhan anak yang dilakukan oleh UNICEF sebanyak 66 persen dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku tidak nyaman belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

“Pandemi ini sudah memberikan pelajaran pada kita untuk bisa beradatasi dengan keadaan, di mana pemanfaatan teknologi ini harus kita lakukan karena melalui teknologi digitalisasi maka transformasi layanan pendidikan, informasi bisa kita lakukan lebih cepat," ujar Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud saat jadi keynote speaker di webinar Kiat Mengatasi Kejenuhan Ajar-Mengajar Selama PJJ di Masa Pandemi, Kamis, 4 Maret 2021.

Webinar ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Kemendikbud Gandeng Sektor Swasta Berikan Modul untuk PJJ Luring

Sri menjelaskan, Kemendikbud telah melahirkan banyak kebijakan-kebijakan untuk tetap menjaga para siswa agar tidak kehilangan momen dan kehilangan masa belajar.

“Yang kita perlukan di masa pandemi ini adalah meningkatkan kerjasama antara orang tua, guru dan peserta didik merupakan segitiga emas yang harus kita jaga, optimalkan dan literasi satu sama lain,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Daerah dan Guru Diminta Persiapkan Mitigasi Learning Loss Akibat PJJ

Pembicara lainnya, Dwi Nurani, Analis Pelaksana Kurikulum Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud mengatakan, saat ini bukan hanya pandemi saja yang terjadi tapi kita juga sedang dihadapkan dengan beberapa tantangan pada era super smart society.

"Revolusi industri 4.0 dan society 5.0 membuat kita harus beradaptasi, khususnya di dunia pendidikan," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas