Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerajaan Sriwijaya: Perkembangan Politik dan Pemerintahan, Serta Beberapa Faktor Kemundurannya

Berikut pembahasan mengenai perkembangan politik dan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, beserta beberapa faktor kemundurannya.

Kerajaan Sriwijaya: Perkembangan Politik dan Pemerintahan, Serta Beberapa Faktor Kemundurannya
TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI
Sejumlah petugas sedang memindahkan artefak di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Palembang, Jumat (1/2/2013). Inilah pembahasan mengenai perkembangan politik dan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, beserta beberapa faktor kemundurannya. 

f. Kerajaan Kalingga dan Mataram Kuno.

Sriwijaya terus melakukan perluasan daerah hingga menjadi kerajaan yang besar.

Untuk memperkuat pertahanannya, pada tahun 775 M masa pemerintahan raja Darmasetra, dibangunlah sebuah pangkalan di daerah Ligor.

Sekitar abad ke-9 M, raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah Balaputradewa.

Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesat dan mencapai zaman keemasan.

Balaputradewa adalah keturunan dari Dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya.

Pada tahun 990 M yang menjadi Raja Sriwijaya adalah Sri Sudamaniwarmadewa.

Pada masa pemerintahan raja itu terjadi serangan Raja Darmawangsa dari Jawa bagian Timur.

Akan tetapi, serangan itu berhasil digagalkan oleh tentara Sriwijaya.

Sri Sudamaniwarmadewa kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Marawijayottunggawarman.

Pada masa pemerintahan Marawijayottunggawarman, Sriwijaya membina hubungan dengan Raja Rajaraya I dari Colamandala.

Pada masa itu, Sriwijaya terus mempertahankan kebesarannya.

Kerajaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran karena beberapa hal antara lain :

a. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekat dengan pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi, Ogan, dan Komering banyak membawa lumpur. Akibatnya, Sriwijaya tidak baik untuk perdagangan.

b. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri. Hal ini disebabkan terutama karena melemahnya angkatan laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.

c. Dari segi politik, beberapa kali Sriwijaya mendapat serangan dari kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017 M Sriwijaya mendapat serangan dari Raja Rajendracola dari Colamandala, namun Sriwijaya masih dapat bertahan.

Tahun 1025 serangan itu diulangi, sehingga Raja Sriwijaya, Sri Sanggramawijayattunggawarman ditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala.

Tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singhasari melakukan Ekspedisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu lepas.

Tahun 1377 armada angkatan laut Majapahit menyerang Sriwijaya. Serangan ini mengakhiri riwayat Kerajaan Sriwijaya.

Sumber: Buku Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1, Amurwani Dwi L., Restu Gunawan, Sardiman AM, Mestika Zed, Wahdini Purba, Wasino, dan Agus Mulyana (2014).

(Tribunnews.com/Latifah)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas