Baterai: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenis Baterai
Simak inilah pembahasan materi mengenai baterai, lengkap beserta fungsi dan jenis-jenisnya.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Daryono
1. Baterai Primer
Baterai Primer merupakan baterai sekali pakai yang tidak bisa diisi ulang.
Hal tersebut dikarenakan reaksi kimianya bersifat irreversible (tidak dapat dibalikkan).
Bahan pembuat baterai primer terdiri dari zinc-carbon, mangan dioksidan, serbuk karbon, alkalin, dan amonium klorida.
Contoh baterai zinc-carbon adalah baterai berbentuk tabung yang digunakan untuk jam dinding.
Sementara baterai alkalin menghasilkan 3-5 kali energi lebih banyak dari baterai zinc-carbon dengan ukuran yang sama, sehingga baterai alkalin jauh lebih tahan lama daripada baterai zinc-carbon.
2. Baterai Sekunder
Baterai Sekunder adalah baterai yang bisa dipakai berkali-kali atau dapat diisi ulang.
Hal tersebut memungkinkan karena reaksi elektrokimia dalam baterai sekunder bersifat reversible (bolak-balik).
Bahan pembuat baterai sekunder terdiri dari nikel-kadmium (NiCd), litium-ion (Li-Ion), asam-timbal.
Baterai NiCd mengeluarkan lebih banyak daya dari baterai alkalin dan dapat diisi ulang sebanyak 1000 kali.
Baterai Li-Ion menghasilkan listrik dalam jumlah besar, tegangan yang konstan, hemat daya, dan juga jauh lebih ringan dibanding jenis baterai sekunder lainnya.
Sementara itu, bateri asam-timbal menghasilkan tegangan dan arus yang tinggi sehingga digunakan untuk menyalakan mesin kendaraan bermotor seperti, mobil, motor, dan truk.
(Tribunnew.com/Latifah, Bobo.grid.id, Kompas.com)
Baca tanpa iklan