Tribun

Keberagaman Jenis Wayang di Indonesia, Ada Wayang Beber hingga Wayang Wong

Wayang adalah warisan kebudayaan di Indonesia dan merupakan salah satu karya seni budaya yang menonjol diantara banyak karya budaya lainnya.

Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Miftah
Keberagaman Jenis Wayang di Indonesia, Ada Wayang Beber hingga Wayang Wong
ISTIMEWA
Ilustrasi wayang kulit. Keberagaman Jenis Wayang di Indonesia dari Wayang Beber hingga Wayang Wong, Selengkapnya dalam Artikel ini 

TRIBUNNEWS.COM - Wayang adalah warisan kebudayaan di Indonesia dan merupakan salah satu karya seni budaya yang menonjol di antara banyak karya budaya lainnya.

Pertunjukkan wayang meliputi seni peran, suara, musik, tutur, sastra, lukis, pahat, dan juga seni perlambang.

Dikutip dari Indonesia.go.id , budaya wayang terus berkembang dari zaman ke zaman.

Dunia wayang memperlihatkan perubahan fungsinya, dari media ritus pemujaan atas leluhur, dakwah, penerangan, pendidikan moral dan etik, pemahaman filsafat, hingga media hiburan belaka.

Pada 7 November 2003, UNESCO telah mengakui pertunjukkan wayang kulit sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Baca juga: Fakta Menarik Wayang Kulit yang Ramai Dibicarakan usai Adidas Sebut Berasal dari Malaysia

Baca juga: Asal-usul Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya Indonesia, Masuk Daftar Warisan Budaya UNESCO 2003

Sebanyak 17 calon dalang cilik yang tergabung dalam perkumpulan karawitan dan pedalangan Sanggar Monod tampak bersemangat mengikuti latihan bersama Ki Gunarso di Gedung Monod Diephuis, Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/08/21).  Selama masa pandemi covid-19 baik calon dalang cilik maupun orang tua yang mengantar wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan melakukan pengecekan suhu. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk melatih anak agar paham tentang budaya khususnya wayang dan betul-betul memahami wayang yang punya apresiasi yang benar. (Tribun jateng/Hermawan Handaka)
Sebanyak 17 calon dalang cilik yang tergabung dalam perkumpulan karawitan dan pedalangan Sanggar Monod tampak bersemangat mengikuti latihan bersama Ki Gunarso di Gedung Monod Diephuis, Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/08/21). Selama masa pandemi covid-19 baik calon dalang cilik maupun orang tua yang mengantar wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan melakukan pengecekan suhu. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk melatih anak agar paham tentang budaya khususnya wayang dan betul-betul memahami wayang yang punya apresiasi yang benar. (Tribun jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Menurut tulisan Pandam Guritno (1988) dalam karyanya Wayang, Kebudayaan Indonesia dan Pancasila disebutkan, di Indonesia khususnya di Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sumatra terdapat puluhan model atau jenis wayang.

Guritno merujuk pada Prof Dr L Serrurier, Direktur Museum Etnografi di Leiden, pada akhir abad ke 19 melakukan survei tentang jenis-jenis wayang di Pulau Jawa.

Hasil penelitiannya diterbitkan dengan judul De Wajang Poerwa pada 1896.

Menurut Serrurier, jenis-jenis wayang yang dikenal di Pulau Jawa pada masa itu, ialah: wayang beber, wayang gedog, wayang golek, wayang jemblung, wayang kalithik (klithik), wayang karucil (krucil), wayang langendria, wayang lilingong, dan lain sebagainya.

Lima Jenis Wayang di Indonesia

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas