Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dinamika Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Simak Penjelasannya

Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Contohnya manusia bernapas dari udara dari lingkungan sekitar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Dinamika Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Simak Penjelasannya
slothconservation.com
Ilustrasi hutan. Dinamika Interaksi Manusia dengan Lingkungan, Simak Penjelasannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya.

Contohnya manusia bernapas dari udara yang ada di lingkungan sekitar.

Manusia juga makan, minum, dan menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Dikutip dari Buku SMP/MTS IPS Kelas VII 2017 oleh Ahmad Mushlih dkk, lingkungan memengaruhi perkembangan kehidupan manusia, baik langsung maupun tidak langsung.

Komponen lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan abiotik, biotik, sosial, dan budaya.

Lingkungan abiotik adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas benda-benda tidak hidup, seperti tanah, batuan, udara, dan lain-lain.

Lingkungan biotik adalah lingkungan hidup yang terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, tumbuhan, hewan, dan jasad renik.

Baca juga: Mengenal Potensi Sumber Daya Hutan di Indonesia dan Manfaatnya

Baca juga: Mengenal Bahan, Alat Produksi, dan Proses Pembuatan Batik: Nganji hingga Pencelupan Warna

Rekomendasi Untuk Anda

Pada awalnya, interaksi manusia dan lingkungan lebih bersifat alami dan mencakup komponen-komponen seperti, abiotik (yang tidak dapat diperbarui), biotik (yang dapat diperbarui).

Namun jumlah manusia dan kebutuhannya terus bertambah sehingga mereka terus-menerus mengambil sumber daya yang ada di alam.

Kenyataannya, tidak hanya jumlahnya yang bertambah, tetapi gaya hidupnya juga berubah.

Makin maju kehidupan manusia makin banyak kebutuhannya.

Kebutuhan itu tidak lagi hanya sekadar terpenuhinya kebutuhan primer berupa sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal), tetapi juga kebutuhan sekunder berupa kendaraan, pakaian bermerk, dan lain-lain.

Manusia menciptakan berbagai benda penunjang untuk memenuhi kebutuhannya.

Benda-benda tersebut kemudian menjadi bagian dari lingkungan secara keseluruhan.

Bahkan, di daerah perkotaan, lingkungannya didominasi oleh komponenkomponen kehidupan perkotaan seperti jalan, jembatan, permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas