Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ciri Umum Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam

Berikut materi sekolah terkait ciri-ciri umum Puisi Rakyat yang merupakan warisan bangsa berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Ciri Umum Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam
Freepik
ilustrasi Belajar dari Rumah - Berikut materi sekolah terkait ciri-ciri umum Puisi Rakyat berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam. 

Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya.

Ciri-ciri Pantun:

1. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Rekomendasi Untuk Anda

Contoh:
Air surut memungut bayam
Sayur diisi ke dalam kantung
Jangan diikuti tabiat ayam
Bertelur sebiji riuh sekampung

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Hal 169 Semester 2: Kata Berima pada Gurindam, Syair, Pantun

Syair

Syair berasal dari Persia yang dibawa bersamaan dengan masuknya Islam.

Syair berasal dari bahasa arab yaitu syi’ir atau syu’ur yang artinya perasaan yang menyadari, kemudian berkembang menjadi syi’ru yang artinya puisi dalam pengetahuan umum.

Namun, setelah mengalami perubahan syair menjadi puisi lama khas Melayu, dan tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair Arab.

Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.

Ciri-ciri Syair:

1. Tiap bait terdiri dari 4 baris.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas