Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ciri Umum Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam

Berikut materi sekolah terkait ciri-ciri umum Puisi Rakyat yang merupakan warisan bangsa berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Ciri Umum Puisi Rakyat: Pantun, Syair, dan Gurindam
Freepik
ilustrasi Belajar dari Rumah - Berikut materi sekolah terkait ciri-ciri umum Puisi Rakyat berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam. 

2. Tiap bait terdiri dari 8-14 suku kata.

3. Bersajak a-a-a-a.

4. Semua baris adalah isi.

5. Bahasanya berupa kiasan.

Contoh:

Syair Perahu
Karya: Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah iktikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil hidupmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal hidupmu
Hai muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan
Perteguh jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengayuh taruh di situ
Supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar
Angkatlah pula sauh dan layar
Pada beras bekal jantanlah taksir
Niscaya sempurna jalan yang kabir

Rekomendasi Untuk Anda

Gurindam

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India.

Istilah Gurindam sendiri diambil dari bahasa India, yaitu Kirindam artinya mula-mula atau perumpamaan.

Gurindam digunakan sebagai syarat nilai agama dan moral, sehingga dulu sangat penting dan dijadikan sebagai warisan budaya kehidupan.

Gurindam merupakan puisi lama (Melayu) yang sangat penting sebagai warisan budaya.

Ciri-ciri Gurindam:

1. Terdiri dari 2 baris dalam 1 bait.

2. Tiap baris memiliki 10-14 suku kata.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas