Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanda Hubung dan Tanda Pisah, Apa Bedanya?

Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Tanda Hubung dan Tanda Pisah, Apa Bedanya?
Skolla
Perbedaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah. Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui tulisan dengan menggunakan tanda setrip (-) yang biasanya diartikan dengan kata 'sampai' atau 'hingga'

Misalnya, pada pengumuman suatu jadwal, ada yang menuliskan dari tanggal sekian sampai tanggal sekian dengan tanda setrip (-).

Padahal, dalam bahasa Indonesia, tanda tersebut bukan diartikan sebagai tanda setrip, melainkan tanda hubung. Selain itu, tanda hubung tidak digunakan untuk menggantikan kata ‘sampai dengan’. Yang digunakan untuk menggantikan kata ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ adalah tanda pisah (—).

Perlu diketahui, tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda.

Untuk mengetahui perbedaan kedua tanda tersebut, kita perlu mengenal masing-masing fungsinya terlebih dahulu.

Fungsi Tanda Hubung

1. Menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris

Ketika kita menulis di sebuah buku, kalimat yang kita tulis telah mencapai batas buku dan perlu dipenggal untuk dilanjutkan pada baris berikutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk menyambung tulisan tersebut, kita perlu menandai bagian yang terpenggal itu dengan menggunakan tanda hubung.

Contoh:

  • Di samping cara lama, ditetapkan juga ca-

ra baru.

Karena baris buku telah mencapai batas, tanda hubung digunakan untuk menandai dan melanjutkan suku kata berikutnya.

Begitu juga dengan contoh lain:

  • Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-
    put laut
  • Kini ada cara yang baru untuk meng
    -ukur panas.

Pada bagian ujung kedua contoh di atas, digunakan tanda hubung untuk melanjutkan kalimat yang telah mencapai batas buku.

2. Menyambung unsur kata ulang

Tanda hubung digunakan untuk menyambungkan dua kata yang diulang untuk memberikan makna kata ulang.

Contoh:

  • Anak-anak
  • Berulang-ulang
  • Kemerah-merahan
  • Mengorek-orek

3. Menyambung tanggal, bulan dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas