Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanda Hubung dan Tanda Pisah, Apa Bedanya?

Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Tanda Hubung dan Tanda Pisah, Apa Bedanya?
Skolla
Perbedaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah. Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah. 

Contoh:

  • di-sowan-i (bahasa jawa yang artinya didatangi)
  • ber-pariban (bahasa Batak yang artinya bersaudara sepupu)
  • di-back up (bahasa Inggris yang artinya disokong atau dibantu)

7. Menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan

Bentuk terikat ini adalah bentuk yang harus ditulis serangkai dengan kata setelahnya.

Misalnya:

  • Pra-
  • Pasca-
  • Anti-
  • Antar-
  • Non-
  • Pasca-

Kata-kata tersebut merupakan bentuk terikat sehingga harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya dan menggunakan kata hubung jika kata setelahnya menggunakan huruf kapital atau berupa angka, seperti prasejarah, pasca-17 Agustus, dan non-Islam.

Fungsi Tanda Pisah

Berbeda dengan tanda hubung, tanda pisah ditandai dengan tanda strip yang panjang (—).

Berikut adalah beberapa fungsi tanda pisah:

1. Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangunan kalimat

Contoh:

  • Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Rekomendasi Untuk Anda

Di sini, "saya yakin akan tercapai" merupakan kalimat di luar bangun kalimat.

Oleh karna itu, kita harus memisahkannya dengan tanda pisah.

  • Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

Kalimat "kita sependat" juga merupakan kalimat di luar bangunan kalimat sehingga membutuhkan tanda pisah untuk memisahkannya.

2. Menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain

Dalam menulis, kita sering menggunakan keterangan aposisi.

Namun biasanya kita memakai tanda koma.

Misalnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain menggunakan tanda koma (,), kita juga bisa menggunakan tanda pisah.

Contoh:

  • Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas