Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kuliah Umum Prof Andreas: Bisnis Digital Tantangan Besar Pemain Konvensional

Bisnis digital menjadi sarana menarik untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, sekaligus membawa tantangan besar terhadap model bisnis konvensional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kuliah Umum Prof Andreas: Bisnis Digital Tantangan Besar Pemain Konvensional
(ho/LAP)
DIIKUTI RATUSAN MAHASISWA - Penyampaikan kuliah umum Prof. Andreas Schroeder, Professor of Digital Strategy and Service Innovation di Lancaster University Management School, Inggris, di kampus UBM Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Bisnis digital menjadi sarana menarik untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, sekaligus membawa tantangan besar terhadap model bisnis konvensional. 
  • Prof. Andreas menjelaskan konsep bisnis digital, teknologi digital, strategi bisnis digital, serta sumber keunggulan kompetitif di era modern. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Bisnis digital menjadi sarana menarik untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, sekaligus membawa tantangan besar terhadap model bisnis konvensional.

Perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi industri, namun juga risiko yang menuntut organisasi untuk lebih adaptif dan inovatif. 

Analisis ini disampaikan Prof. Andreas Schroeder, Professor of Digital Strategy and Service Innovation di Lancaster University Management School, Inggris, saat menjadi narasumber kuliah umum “The UBM Studium Generale Series 023 – Bridging Digital Strategy and Operations: Turning Technology into Business Impact” di UBM kampus Ancol, Jakarta, dan kampus Serpong, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini diprakarsai Program Studi Manajemen dan Program Studi Bisnis Digital dan diikuti 322 mahasiswa dari kedua kampus.

Dalam sesi pemaparannya, Prof. Andreas menjelaskan konsep bisnis digital, teknologi digital, strategi bisnis digital, serta sumber keunggulan kompetitif di era modern. 

"Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan untuk berbagi wawasan dan pengalaman dengan para mahasiswa UBM. Saya sangat menikmati sesi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Semen Indonesia Dibuka, Bebas Biaya Kuliah di Kampus UISI, Ini Syarat Daftarnya

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya menemukan pertanyaan-pertanyaan mahasiswa sangat tajam dan penuh pemikiran. Ini juga menjadi kesempatan yang luar biasa untuk berkolaborasi dengan sebuah universitas di Indonesia, sesuatu yang sebelumnya belum pernah saya miliki," ungkap Prof Andreas.

Prof. Andreas meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam Management Information Systems dari Victoria University of Wellington, mengikuti program studi luar negeri di bidang Environmental Engineering Technology / Environmental di Universidad Nacional Autónoma de México.

Baca juga: Diskusi ILUNI UI dan Ikastara Kupas Peluang Infrastruktur Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dia memperoleh gelar Bachelor of Science (B.Sc.) dalam Environmental and Resource Management dari Brandenburg Technical University Cottbus-Senftenberg.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman akademik yang luas sebagai dosen dan peneliti di bidang Manajemen Operasi dan Sistem Informasi, beliau berfokus pada penerapan teknologi digital yang memberikan dampak nyata bagi praktik organisasi.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum berskala global ini, UBM mempertegas perannya dalam mempersiapkan generasi profesional yang siap menghadapi tuntutan dunia bisnis digital.

Kuliah umum ini diselenggarakan untuk membekali mahasiswa dalam menjawab tantangan utama perusahaan-perusahaan modern dengan menjadikan teknologi bukan sekadar alat pendukung, tetapi motor penggerak dalam menciptakan nilai bisnis.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas