Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Prioritaskan Program Wajib Belajar 13 Tahun, Perkuat PAUD lewat Program Satu Desa Satu TK

Kemendikdasmen mendorong Program Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari PAUD/TK untuk memperkuat fondasi pendidikan dan karakter anak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pemerintah Prioritaskan Program Wajib Belajar 13 Tahun, Perkuat PAUD lewat Program Satu Desa Satu TK
kemendikdasmen.go.id
PROGRAM WAJAR 13 TAHUN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam acara peresmian gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Kemendikdasmen mendorong Program Wajib Belajar 13 Tahun, dimulai dari PAUD/TK untuk memperkuat fondasi pendidikan dan karakter anak. 

Ringkasan Berita:
  • Kemendikdasmen mendorong Program Wajib Belajar 13 Tahun, dimulai dari PAUD/TK untuk memperkuat fondasi pendidikan dan karakter anak.
  • Program Satu Desa Satu TK digencarkan, disertai dukungan PIP Rp450 ribu per tahun bagi ratusan ribu siswa mulai 2026.
  • Pembelajaran TK difokuskan pada metode bermain, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi digital di kelas.

TRIBUNNEWS.COM - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan sekaligus pembentuk karakter anak sejak dini.

Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun sebagai prioritas, serta mendorong kebijakan Satu Desa Satu TK guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan program Wajar 13 Tahun dimulai dari jenjang PAUD/TK dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026).

"Salah satu dari program prioritas kami adalah Wajar 13 Tahun yang dimulai dari pendidikan dasar pada jenjang PAUD/TK. Tentunya program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Karena itu, kami bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berkomitmen melalui program Satu Desa Satu TK," ungkap Mendikdasmen, dikutip dari kemendikdasmen.go.id, Rabu (8/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya PAUD sebagai dasar untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap saling menghargai pada anak.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menegaskan, pembelajaran di TK perlu mengedepankan konsep bermain untuk melatih motorik, menumbuhkan kegembiraan belajar, serta mengembangkan potensi anak usia dini.

"Praktik pembelajaran di tingkat dasar juga harus menyasar pada pentingnya seluruh profesi. Tidak hanya dokter atau tentara, pendidikan di TK juga harus membuat anak ingin menjadi seorang petani atau nelayan. Seperti halnya di Kota Semarang, anak-anak harus bisa mengenali lingkungan alam, sosial, serta karakteristik tempat yang ia tinggali," papar Menteri Mu'ti.

Implementasi Program Wajar 13 Tahun

Terkait implementasi program Wajar 13 Tahun, Menteri Mu'ti menyebut empat upaya Kemendikdasmen untuk mendukung serta menyukseskan program tersebut.

Mulai 2026, pemerintah juga akan menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450 ribu per tahun kepada lebih dari 880 ribu murid TK.

Baca juga: Jangan asal Belajar! Ini Strategi Lolos SNBT 2026 yang Lebih Efektif

"Selain melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran, kami juga melatih kompetensi dan memberikan beasiswa kepada guru TK yang belum S-1. Mulai tahun 2026, kami juga memberikan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp450 ribu per tahun kepada lebih dari 880 ribu murid TK," ujarnya.

Usai peresmian, Menteri Abdul Mu’ti meninjau penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelas TK ABA 3.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan sikap disiplin dan saling menghargai, termasuk melalui kebiasaan antre.

"Selain untuk bermain dan belajar, PID juga bermanfaat untuk anak-anak agar dapat menguasai berbagai kosa kata Bahasa Indonesia. Dengan begitu, mereka dapat memberikan apresiasi kepada sesama teman, guru, maupun orang tua dengan kata terima kasih, hebat, atau luar biasa. Belajarlah dengan giat agar kelak menjadi generasi Indonesia yang hebat," ucap Menteri Mu'ti.

Sementara itu, Kepala TK ABA 31, Sutarmi, menyambut baik program Wajar 13 Tahun dan Satu Desa Satu TK.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas