Jembatan Ambruk Menewaskan 2 Wisman Austria di Manggarai Barat, Polisi Dalami Unsur Kelalaian
Dua wisatawan Austria tewas setelah jembatan kayu di Cunca Wulang, Labuan Bajo, ambruk saat dilintasi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Dua wisatawan asal Austria tewas setelah jembatan kayu di objek wisata Cunca Wulang, Manggarai Barat, NTT, ambruk saat dilintasi
- Korban terjatuh ke sungai berbatu dari ketinggian sekitar 10 meter akibat penyangga jembatan patah
- Polisi kini menyelidiki dugaan kelalaian pengelola dan memeriksa kelayakan infrastruktur wisata tersebut
TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO — Dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria tewas usai terjatuh dari jembatan kayu di objek wisata alam Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (24/5/2026).
Kedua korban diketahui bernama Jurgen dan Astrid.
Mereka jatuh setelah penyangga atau penopang jembatan kayu yang dilintasi mendadak patah dan ambruk.
Sekretaris Desa Cunca Wulang, Benediktus Hartono mengatakan, insiden terjadi saat kedua wisatawan tengah melintasi jembatan yang berada di atas aliran sungai berbatu dengan ketinggian sekitar 10 meter.
“Bagian penyangga bawah tiba-tiba patah sehingga sebagian papan jembatan ikut roboh dan korban terjatuh ke dasar kali berbatu,” ujar Benediktus kepada POS-KUPANG.COM.
Akibat jatuh dari ketinggian, kedua korban langsung menghantam batu besar di bawah jembatan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Kondisi di bawah memang dipenuhi bebatuan besar,” katanya.
Baca juga: Pemerintah Optimistis Target Pariwisata 2026 Tercapai, Bidik 17,6 Juta Wisman
Diduga Akibat Beban Berlebih
Pemandu lokal yang mendampingi rombongan wisatawan menjadi saksi utama dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangan awal, rombongan wisatawan sebelumnya sempat melintasi jembatan tanpa kendala.
Namun saat Jurgen dan Astrid melintas, struktur jembatan mendadak roboh.
Benediktus menyebut secara kasat mata kondisi jembatan masih terlihat layak digunakan.
Kerusakan pada bagian penyangga disebut tidak terlihat dari permukaan.
“Jembatan ini juga pernah direnovasi pada tahun 2023, sehingga dari atas tampak masih aman dilintasi,” ujarnya.
Ia menduga ambruknya jembatan dipicu beban berlebih yang menyebabkan bagian penyangga patah.