Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Menjadikan Penyaluran Bansos Covid-19 Sebagai Ajang Unjuk Gigi

Pahala menilai, program bansos ini terkadang dijadikan ajang para kepada daerah untuk merebut simpatik masyarakat.

KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Menjadikan Penyaluran Bansos Covid-19 Sebagai Ajang Unjuk Gigi
Capture YouTube Para Syndicate
Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan saat diskusi daring bertajuk 'Kawal Dana Covid-19: Sengkarut Bansos, Tata Kelola Anggaran dan Kerawanan Korupsi' yang digelar oleh Para Syndicate Forum Online, Jumat (15/5/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan meminta kepala daerah tak menjadikan penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19 sebagai ajang unjuk gigi.

Terlebih, pemerintah telah memutuskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan tetap digelar di tahun 2020.

Hal itu disampaikan Pahala saat diskusi daring bertajuk 'Kawal Dana Covid-19: Sengkarut Bansos, Tata Kelola Anggaran dan Kerawanan Korupsi' yang digelar oleh Para Syndicate Forum Online, Jumat (15/5/2020) malam.

"Jangan lupa 2020 itu diputus ada pilkada, bansos ini favoritnya pilkada," kata Pahala.

Pahala menilai, program bansos ini terkadang dijadikan ajang para kepada daerah untuk merebut simpatik masyarakat.

Bahkan, demi mencari simpatik, para kepala daerah terkadang mengabaikan kriteria-kriteria penerima bansos karena ingin terlihat oleh masyarakatnya.

Padahal, Pahala menyebut, pemberian bansos kepada warga harus merujuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca: Sengkarut Data Warga Penerima Bansos Covid-19

Tapi, ia menyebut kelala daerah justru mengabaikan DTKS tersebut. Hal tersebut jelas menambah kacau penyaluran bansos ke masyatakat.

"Ketika pertama kali ke luar bansos itu kita lihat kepala daerahnya ini heroik dan patriotik. Semua yang terdampak kasih bansos," ucap Pahala.

"Heh itu tahu nggak orangnya, terdampak ini apa kriterianya ini stabil kalau DTKS, rumah 45 m2, dindingnya papan, itu jelas. Jangan yang terdampak, pokoknya janda yang kepala keluarga kasih bansos, apa ini? Kriterianya nggak jelas. Ini nambah kacau," jelasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas