Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Pantau Kegiatan Coklit, Jajaran Komisioner KPU RI Blusukan ke Daerah Penyelenggara Pilkada

Upaya coklit dilakukan mulai 15 Juli-13 Agustus 2020 oleh petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Pantau Kegiatan Coklit, Jajaran Komisioner KPU RI Blusukan ke Daerah Penyelenggara Pilkada
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) mengepalkan tangan bersama Ketua Bawaslu Abhan (kiri), dan Ketua DKPP Muhammad (kanan) saat peluncuran gerakan klik serentak di Jakarta, Rabu (15/7/2020). Gerakan klik serentak merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang menggelar pilkada serentak untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) melalui laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia beserta jajaran melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk kepentingan penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) di penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Upaya coklit dilakukan mulai 15 Juli-13 Agustus 2020 oleh petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Selama proses coklit itu, Ketua KPU RI, Arief Budiman beserta jajaran komisioner lainnya melakukan peninjauan secara langsung ke daerah-daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Arief Budiman mengatakan upaya memantau langsung kegiatan coklit karena ingin memastikan semua proses berlangsung secara benar serta diketahui masyarakat.

Baca: Meski Pilkada Telah Disepakati 9 Desember, KPU Ungkap Sebenarnya Lebih Siap Digelar Tahun Depan

“Sebagaimana perintah undang-undang KPU melakukan coklit dengan dua cara," kata dia, dalam keterangannya, Senin (27/7/2020).

Dia menjelaskan, upaya pertama yang dilakukan adalah mendatangi langsung dari rumah ke rumah calon pemilih atau door to door. Upaya kedua dilakukan secara online di website lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

"Jadi masyarakat kalau mau ngecek tidak perlu datang langsung ke kantor KPU atau ke kantor kelurahan/desa," kata dia.

Upaya memantau di website dilakukan untuk mengetahui dan memastikan masyarakat sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum.

"Nah kalau belum, dia bisa kirim laporan juga secara online,” kata dia.

Selama hari Sabtu dan Minggu kemarin, Arief Budiman, memantau proses coklit di Kota Surabaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas