Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Alasan Buni Yani Bergabung ke Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Dianggap Guntur Romli Begitu Mengerikan

"Pak Prabowo harus menang, kalau enggak nanti saya masuk penjara 1,5 tahun," kata Buni Yani.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Alasan Buni Yani Bergabung ke Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Dianggap Guntur Romli Begitu Mengerikan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Terdakwa Buni Yani bangkit dari kursinya dan meneriakan takbir usai majelis hakim menjatuhkan vonis pada sidang putusan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (14/11/2017). Dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Buni Yani dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, karena perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNEWS.COM - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mengomentari pengakuan terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani yang bergabung ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman akun Twitternya, @Gunromli, yang diunggah pada Selasa (25/9/2018).

Awalnya, netizen dengan akun @eko_kuntadhi menulis postingan mengenai alasan Buni Yani bergabung dengan pasangan Prabowo-Sandiaga, Selasa (25/9/2018).

"Kata Buni Yani, Prabowo harus menang. Kalau tidak dia akan dipenjara 1,5 tahun karena kasus edit video....," tulis akun @eko_kuntadhi.

Menanggapi hal itu, Guntur Romli menilai keadaan Indonesia akan mengerikan jika berada dalam kekuasaan calon presiden yang bisa mengintervensi hukum.

"Mengerikan Indonesia masa depan kalau di tangan Prabowo, kasus2 hukum bisa diintervensi seenaknya dgn selera politik, rejim otoriter masa lalu mau dihidupkan agar kembali gentayangan," tulis akun @GunRomli.

Postingan Twitter  Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, Selasa (25/9/2018)
Postingan Twitter Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, Selasa (25/9/2018) (Twitter/ @GunturRomli)

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Senin (24/9/2018), Buni Yani mengaku bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu disampaikan Buni saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Halaman Selengkapnya >

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas