Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Kubu 02 Minta Perlindungan Saksi, Pengamat: Hanya Halusinasi Ketakutan yang Dibangunnya Sendiri

Pengamat politik, Leo Agustino melihat kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali memainkan narasi politik ketakutan

Kubu 02 Minta Perlindungan Saksi, Pengamat: Hanya Halusinasi Ketakutan yang Dibangunnya Sendiri
Tribunnews/Jeprima
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik, Leo Agustino melihat kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali memainkan narasi politik ketakutan di balik permintaan perlindungan untuk saksi yang akan memberi keterangan dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketakutan yang sama menurut dia, juga telah dinarasikan kubu 02 selama masa sebelum pemungutan suara.

"Bagai drama horor yang menakutkan. Semuanya dikonstruksi seolah-olah menjadi hal yang menakutkan dan mengerikan. Politik ketakutan, dalam penilaian saya, yang dibangun sebelum Pemilu oleh koalisi 02 membuat pesta rakyat menjadi “ladang” ketakutan dan horor," ujar Leo Agustino kepada Tribunnews.com, Minggu (16/6/2019).

Baca: Jordi Onsu Gelontorkan Rp 2 Miliar Demi Gelar Acara Ulang Tahun di Lokasi Syuting Crazy Rich Asians

Baca: Menhan Ryamizard Ryacudu: Lambat atau Cepat, Polisi Nanti akan di Bawah Kementerian

Baca: KPK Tagih Janji Ditjen PAS Kemenkumham Tempatkan Terpidana Korupsi di Nusakambangan

Ketakutan ini pula yang menurut dia yang kembali menghantui Tim Hukum 02.

Sehingga, mereka harus meminta perlindungan saksi.

Padahal selama berjalannya proses Pilpres 2019, dia menilai, koalisi 01 tidak pernah melakukan upaya penyebaran politik ketakutan.

Justru mereka selalu mendorong usaha persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, menurut dia, permintaan perlindungan saksi oleh koalisi 02 hanya halusinasi ketakutan yang dibangunnya sendiri, yang sedari awal mereka hembuskan.

"Saya menilai, permintaan perlindungan saksi oleh koalisi 02 hanya halusinasi ketakutan yang dibangunnya sendiri oleh politic of fear yang sedari awal mereka hembuskan. Mereka sekarang termakan oleh ulahnya sendiri. Tapi itulah politik; kadang senjata memakan tuannya," ucapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas