Tribun

Kebijakan Pemerintah Permudah Miliki Rumah Dongkrak Permintaan Properti

Investasi di bidang properti di Indonesia tumbuh positif 8,8 persen senilai Rp 584,6 triliun selama semester I 2022.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kebijakan Pemerintah Permudah Miliki Rumah Dongkrak Permintaan Properti
istimewa
Pembeli hunian La Palma Grande di Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan akad massal yang difasilitasi oleh BNI belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepanjang semester I tahun 2022 investasi di bidang properti di Indonesia tumbuh positif 8,8 persen senilai Rp 584,6 triliun.

Berdasarkan laporan Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, permintaan properti komersial pada Triwulan 1/2022 menunjukkan peningkatan sebesar 1,19 persen yoy.

Santoso Angwar, Project Director PT Mitragama Inti Perkasa mengatakan, peningkatan penjualan ini terjadi seiring mulai pulihnya sektor ekonomi dan aktifitas masyarakat yang berangsur normal.

"Meningkatknya penjualan properti ini berkat kebijakan pemerintah yang mempermudah setiap warga negara yang ingin memiliki rumah sehingga terjadi permintaan properti di Indonesia," katanya dalam keterangannya, Rabu (17/8/2022).

Selaku pengembang, pihaknya  juga telah merasakan dampaknya yakni semester 1 lalu  membukukan penjualan ratusan unit rumah di proyek Cayman Cluster di Kota Bekasi Jawa Barat.

Dikatakannya, untuk proyek properti yang dibangun, mereka membidik pengguna langsung (end-user) karena memiliki akses yang mudah menuju mereka aktifitas sehari-hari dan harga kompetitif.

“Tapi sebenarnya bukan hanya diminati end-user tapi juga diminati para investor karena sangat menjanjikan sebagai investasi,” kata Santoso.

Baca juga: Ekonomi Mulai Pulih, Pengembang Optimis Ada Peningkatan Penjualan Properti Tahun Ini

Untuk memberikan kemudahan pengembang ini menjalin kerjasama untuk memudahkan konsumen mempunyai rumah yakni dengan BNI.

“Kerjasama yang luar biasa dengan La Palma Grande karena dalam waktu kurang dari 2 Bulan, kami sudah melakukan 3 kali akad massal,” ungkap Oktorisman, Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis BNI KC Fatmawati.

Baca juga: Bisnis Properti di Batam Menggeliat, Pengembang Perumahan Ini Optimistis Raup Omzet Rp 1 Triliun

La Palma Grande dibangun di atas lahan seluas 43 hektar dan sukses meluncurkan Cayman Cluster dengan fasum dan fasos yang dirancang dengan sentuhan bernuansa keindahan Pulau Cayman yang terkenal sebagai destinasi wisata dunia.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas