Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hanya Tersisa Beberapa Hari Lagi, Inilah 5 Warisan Bulan Ramadan yang Harus Tetap Dijaga

Andaikata Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi seorang muslim, tentu dia tidak akan membiarkan spirit keimanannya redup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hanya Tersisa Beberapa Hari Lagi, Inilah 5 Warisan Bulan Ramadan yang Harus Tetap Dijaga
Istimewa
Ilustrasi salat tarawih 

Nabi SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan”. (HR. Bukhari)

Dalam mencari lailatul qadar, tidak ada yang lebih kuat dipacu selain ibadah-ibadahnya, baik itu ibadah qalbiyah (ibadah hati), jasadiyah (ibadah fisik) atau pun ibadah maliyah (ibadah harus).

Tradisi menguatnya ibadah di bulan Ramadhan ini harus bisa ditransfer ke bulan-bulan lainnya sesudah bulan Ramadhan.

3. Rawatlah benteng-bentengnya
Amalan ibadah yang paling utama di bulan Ramadhan adalah ibadah puasa. Ia adalah benteng bagi setiap muslim, benteng dari syahwat dan benteng dari api neraka.

Nabi bersabda :
“Puasa adalah tameng yang dijadikan tempat perlindungan seorang hamba dari neraka. Puasa itu untuk-Ku dan Saya sendiri yang memberinya pahala” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa adalah benteng pertahanan yang kuat bagi seorang muslim dari buruknya pengaruh syahwat perut dan kelamin.

Nabi SAW bersabda: “Sungguh yang sangat aku takutkan dari kalian adalah syahwat keji dari perut, dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan.”

Rekomendasi Untuk Anda

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi)

4. Jagalah kemesraan dengan Alquran

Nabi SAW bersabda: “Bacalah Alquran karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah zahrawain; Al Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris berhujjah membela para pemiliknya. Bacalah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya kerugian dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir.” (HR. Ahmad)

Ramadhan telah berperan menjaga hubungan baik kita dengan Alquran dengan membacanya, mentadabburinya, serta mengamalkannya.

Semua ini adalah pola kemesraan hubungan dengan Alquran yang harus terus dijaga agar ia juga menjaga kita dunia dan akhirat.

5. Peliharalah atmosfir keagamaannya

Sekali dalam setahun Allah datangkan dalam kehidupan orang-orang beriman momentum yang begitu kuat atmosfir keagamaannya, itulah bulan Ramadhan.

Pada momentum ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Padanya semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Dan di dalamnya ada satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Bulan yang telah menghadirkan atmosfir keagamaan ini telah pergi, tapi kepergiannya tidak boleh menjadikan atmosfir keagamaan yang telah didatangkannya juga harus pergi.

Kita wajib menjaga atmosfir keagamaan tersebut dalam kehidupan kita sesudah Ramadhan ini hingga nanti Allah menetapkan ajal kita.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas