Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutiara Ramadan: Membincang Ikhlas

Seseorang akan merasa bermakna hidup dan aktivitasnya kalau memiliki niat dan pandangan hidup mulia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mutiara Ramadan: Membincang Ikhlas
projecthelpinghands.org
Berkah dari berbagi. 

Prof Dr Komaruddin Hidayat
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

SERING kita jumpai pemuda yang merasa dirinya kaya, secara ekonomi berlimpah, namun hidupnya tidak bahagia karena semua itu hasil kerja orangtuanya.

Dia tidak memiliki ketrampilan dan kepandaian yang dibanggakan.

Di hatinya merasa iri dan malu terhadap teman sebayanya yang bisa bekerja secara professional dan hasil karyanya mendapat penghargaan dari masyarakat.

Jadi, kerja, harga diri, dan kebahagiaan saling terkait serta saling mengisi.

Persoalan muncul ketika bekerja secara terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Yang demikian ini dialami oleh banyak penduduk Indonesia.

Langkah pertama adalah mengembangkan ketrampilan dan mencari pekerjaan yang cocok dan disenangi, entah di lingkungan lama ataupun baru.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, jika kondisi eksternal tidak bisa diubah, seseorang harus mengubah kondisi internalnya dengan belajar mencintai pekerjaan yang tersedia.

Baca: Bagaimana Meraih Hidup yang Bermakna?

Di atas itu semua, seseorang akan merasa bermakna hidup dan aktivitasnya kalau memiliki niat dan pandangan hidup mulia.

Pandangan bahwa hidup adalah festival yang harus dirayakan.

Hidup adalah anugerah yang mesti dijalani, disyukuri serta dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Kalau kita bekerja semata mengharapkan insentif material-duniawi, bersiaplah untuk kecewa.

Kebaikan orang biasanya bersyarat dan terbatas.

Orang cenderung memikirkan dirinya sendiri dan enggan berkorban serta memberi berlebih pada orang lain kecuali ada kalkulasi untung rugi.

Kecuali mereka yang benar-benar menghayati kemuliaan dan kebahagiaan itu justru terletak dalam mencintai dan memberi, bukannya meminta dan mengambil, sebagai rasa syukur pada Sang pemberi hidup.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas