Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2019

Imam Al Ghazali Anjurkan Jaga Pandangan, Lisan Dan Pendengaran Ketika Puasa Ramadan

Sama halnya dengan puasa, inti darinya agar ketakwaan dan ketundukan umat terhadap segala pesan-pesan teologis dalam kurva terus meningkat.

Imam Al Ghazali Anjurkan Jaga Pandangan, Lisan Dan Pendengaran Ketika Puasa Ramadan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Peserta Ngepunkburit sedang belajar membaca Al-Quran di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta, Sabtu (11/5/2019). Peserta yang kebanyakan dari anak jalanan dan komunitas punk mengisi bulan Ramadan dengan diskusi keagamaan, pengajian, dan permainan edukasi untuk anak-anak yang diprakarsai oleh Tasawuf Underground serta sejumlah relawan mahasiswa. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Energi positif Ramadan senantiasa mengantarkan umat Islam pada satu titik kesadaran insaniah sekaligus Ilahiah yang terpendam dalam batinnya.

Satu bulan bulan penuh umat Islam digembleng untuk merunduk, melihat jauh ke dalam relung jiwanya dengan menggemuruhkan amalan lahir dan batin serta mengontrol diri (self-control) dari segala perbuatan tercela.

Dengan harapan, selepas Ramadan katub-katub keberimanan dan ketakwaan umat semakin terbuka lebar, dan kesadaran untuk menjadi manusia yang lebih unggul pun meningkat tajam.

BACA JUGA: https://ganaislamika.com/rahasia-rahasia-puasa-menurut-imam-ghazali/

Sama halnya dengan puasa, inti darinya agar ketakwaan dan ketundukan umat terhadap segala pesan-pesan teologis dalam kurva terus meningkat.

Karena itulah, puasa selayaknya berfungsi memancing aktivitas ibadah lainnya supaya tambah bersemangat; puasa sepatutnya menjadi motivasi bertambahnya nilai-nilai dalam segala lini kehidupan, baik yang secara langsung bersifat ukhrawi maupun yang tidak langsung.

Bukan sebaliknya, dengan dalih kurangnya asupan makanan dari subuh hingga magrib, maka puasa menjadi ajang menikmati kemalasan.

Bukan pula untuk membenarkan secara tekstual ungkapan hadis yang mengatakan bahwa “Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah,” lantas mengisi hari-harinya dengan tidur dan bermalas-malasan.

Selayaknya puasa mampu memantik nilai-nilai positif dalam membangkitkan semangat kehidupan duniawi maupun ukhrawi.

BACA JUGA: https://ganaislamika.com/´╗┐kurma-buah-ajaib-dari-timur-tengah/

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas