Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2019

Hikmah Ramadan - Baik Dan Buruk Bukan Soal Kuantitas Tapi Kualitas

perintah kepada kita untuk membuat pembedaan yang tegas antara yang baik dan yang buruk; yang benar dan yang salah.

Hikmah Ramadan - Baik Dan Buruk Bukan Soal Kuantitas Tapi Kualitas
Istimewa
Forum Silaturahmi Kyai-kyai Muda Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Tengah berlangsung di Pondok Modern Tazakka yang diasuh KH Anang Rikza Mashadi dari 1 sampai 2 Juni 2016. 

Oleh: KH Anang Rikza Masyhadi, Pimpinan Pesantren Tazakka, Batang, Jawa Tengah

قُل لَّا یَسۡتَوِی ٱلۡخَبِیثُ وَٱلطَّیِّبُ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ كَثۡرَةُ ٱلۡخَبِیثِۚ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ یَـٰۤأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ [سورة المائدة 100]

"Katakanlah: Tidak sama antara yang baik dengan yang buruk, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka, bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal agar kamu mendapatkan keberuntungan" (Qs. Al-Maidah [5]: 100)
.
Pertama, perintah kepada kita untuk membuat pembedaan yang tegas antara yang baik dan yang buruk; yang benar dan yang salah.

Jangan mengaburkannya, apalagi campur-adukkan keduanya. Jangan pula membolak-balikkan keduanya: yang baik dipandang buruk; yang buruk dipandang baik.

Dengan demikian, ayat ini jelas pesannya: ikuti dan kerjakan yang baik; tinggalkan yang buruk.

Kedua, redaksi ayat: "Meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu..." mengisyaratkan bahwa keburukan bisa jadi jumlahnya banyak dan seringkali terasa mempesona dan melenakan, sehingga memperdaya kita.

Contoh: mendapatkan uang banyak dengan cara haram, curang, menipu, berzina, narkoba, dan lain sebagainya.

Perbuatan-perbuatan itu sepintas seperti mudah dan enak dilaksanakan, sehingga sering melenakan, meskipun hakekatnya adalah keburukan dan dosa.

Ketiga, bahwa menurut Al-Quran baik-buruk tidak ditentukan dari banyaknya.

Jadi, suatu keburukan meskipun dilakukan oleh banyak orang, ia tetaplah sebagai keburukan. Misalnya, meskipun mayoritas orang melakukan korupsi dan kecurangan dalam mendapatkan harta, kecurangan dalam pilkada, seks bebas, dan lain sebagainya, maka bukan berarti menjadi pembenaran atas tindakan keburukan tersebut.

Andaikata semua orang menganggap lumrah perbuatan curang, maka satu dua orang yang tetap dalam kejujurannya itulah yang benar.

Maka, sekali lagi, ukuran baik buruk, benar salah, bukan pada banyak atau sedikitnya yang melakukannya.

Maka, istiqomahlah dalam kebaikan dan kebenaran, meskipun sedikit yang melakukannya. Tetaplah menjadi orang baik dan benar, meskipun hanya sendirian.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas