Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutiara Ramadan: Memudikkan Kesucian

Ibadah puasa dimaksudkan agar manusia mampu mengangkat harkat kemuliaannya yang azali, primordial, yakni berada dalam kesucian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mutiara Ramadan: Memudikkan Kesucian
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
MUDIK NAIK KRI - Penumpang saat turun dari KRI Makassar-590 usai sandar di Pelabuhan Gapura Surya, Tanjung Perak, Senin (3/6). KRI Makassar membawa lebih dari 990 penumpang warga Kaltim sebagai peserta mudik gratis dengan rute Balikpapan-Surabaya kerjasama TNI AL dan Departemen Perhubungan. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Mobilitas mudik merefleksikan kesadaran atas nilai kerja, tindakan, dan hubungan sosial.

Sehingga seseorang mengenali kembali latar belakang budaya dan sosial serta asal muasal dirinya.

Hal ini terlihat dari kuatnya ikatan batin antara pemudik dengan kampung asal kelahirannya.

Kampung asal kelahiran dapat dipahami secara rohani sebagai kampung halaman jiwa manusia yang suci, dari situ sumber sikap dan perilaku yang luhur seperti pengampunan dan solidaritas.

Maka kepulangan para pemudik pada dasarnya adalah upaya memudikkan kesucian itu kepada asalnya.

Sedangkan secara sosio-ekonomi mudik menjadi media demonstratif hasil dari kerja di perantauan sekaligus untuk menggali daya hidup baru agar lebih produktif ketika kembali ke rantau.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas