Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Fitri 2019

Niat dan Tata Cara Sholat Idul Fitri, Ramadahan 1440 H

Niat dan Tata Cara Salat atau Sholat Idul Fitri, Ramadahan 1440 H Rabu (5/6/2019)

4. Mendengarkan kutbah

Selesai melaksanakan salat Ied dua rakaat, imam langsung berkutbah sebanyak satu kali, yaitu tidak diselingi dengan duduk antara dua kutbah.

  • Amal Ibadah dan Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri

1. Memperbanyak takbir

Menyambut hari raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir pada malam Idul Fitri.

Yaitu sejak terbenamnya matahari hingga pagi hari ketika salat Idul Fitri segera dimulai.

Ucapan takbir itu adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar, Allah Maha besar dan segala puji bagi Allah.

2. Berhias dengan memakai pakaian bagus dan wangi-wangian

Orang yang menghadiri salat Idul Fitri dianjurkan berpenampilan rapi, yaitu berhias, memakai pakaian bagus, dan wangi-wangian.

Namun, yang perlu diperhatikan, anjuran mengenakan pakaian bagus bukan berarti harus serba mahal dan baru.

Yang paling penting adalah rapi dan bersih sehingga enak dipandang mata.

3. Makan sebelum berangkat salat Idul Fitri

Berbeda dengan Idul Adha, orang yang hendak berangkat ke lapangan tempat salat Idul Fitri dianjurkan makan terlebih dahulu.

4. Berangkat dengan berjalan kaki dan pulang melalui jalan lain

Orang yang pergi ke lokasi salat Idul Fitri, sebaiknya datang dengan berjalan kaki sambil bertakbir.

Sementara itu, pulang dari salat Idul Fitri melewati jalan lain dari yang dilaluinya saat berangkat.

5. Salat dihadiri oleh semua umat Islam

Idul Fitri merupakan satu peristiwa penting sekaligus hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan.

Oleh karena itu, pelaksanaan salat Idul Fitri dihadiri semua umat Muslim.

Baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan.

Bahkan mereka yang saat itu terhalang untuk mengerjakan salat, seperti perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan Nabi SAW untuk hadir.

Hanya saja, mereka tidak ikut salat dan tidak masuk ke dalam shaf salat.

Mereka hanya ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.

(Buku Tuntunan Idain dan Qurban, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, terbitan Suara Muhammadiyah)

Artikel di atas dirangkum Tribunnews.com dari laman tarjih.or.id, situs resmi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

(Tribunnews.com/Gigih)
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas