Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2021

Ustaz, Bagaimana Orang Sakit yang Tak Bisa Berpuasa, Bisakah Dapat Pahala Bulan Suci Ramadan? 

Karena sakit tidak bisa berpuasa, bagaimanakah mereka yang tidak bisa berpuasa karena sakit, apakah tetap mendapatkan pahala?

Ustaz, Bagaimana Orang Sakit yang Tak Bisa Berpuasa, Bisakah Dapat Pahala Bulan Suci Ramadan? 
TribunJakarta.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ustaz M. Farid Firdaus S.Pd.I, Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bogor sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ma'arif Kemang Bogor. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Bulan suci penuh barokah, membuat Ramadan banyak dinanti muslim yang beriman. Tak hanya berpuasa, ibadah di bulan ini pun seakan sayang dilewatkan.

Namun, karena kondisi tidak sedikit yang orang yang tidak dapat melaksanakan ibadah puasa, baik itu karena sakit atau hal lain sehingga ia belum bisa menjalankan ibadah puasa.

Lantas, bagaimanakah mereka yang tidak bisa berpuasa karena sakit, apakah tetap mendapatkan pahala?

Ustaz M. Farid Firdaus S.Pd.I, Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bogor juga Pengasuh Ponpes Darul Ma'arif Kemang Bogor menjelaskan untuk orang sakit, di dalam kitab Ar-Risalah Al Jami'ah menjelaskan di mana ada 8 golongan orang yang boleh buka puasa. Di antaranya orang yang sakit dan di kemudian hari harus menqadha puasanya.

Dia bisa mendapat keistimewaan Ramadan, dengan mengerjakan keaikan-kebaikan lain, seperti membaca Al-Quran, zikir dan selawat.

Dia bisa mendapatkan fadilah bulan Ramadan. Jadi, fadilahnya tidak hilang karena dia ada uzur tadi.

Delapan golongan yang boleh tidak berpuasa selain sakit, ada orang gila, musafir, wanita sedang haid, nifas, ibu menyusui, hamil, dan orang sangat tua sekali.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (healthtap)

Untuk musafir atau yang sedang bepergian, bisa tidak berpuasa jika jarak perjalanannya sekitar 98 kilometer. Itu ukurannya.

Di jarak tersebut seseorang diperbolehkan melakukan salat jamak atau qashar untuk mengganti salat wajib, dan diperbolehkan untuk berbuka puasa.

Lalu mana yang lebih utama, berpuasa atau tidak? Kalau dia kuat lebih baik bepuasa, tapi kalau tidak kuat karena ada keringanan yang Allah berikan, silakan tidak berpuasa.

Halaman
1234

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Ikuti kami di
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas