Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bisakah Berpuasa Bunuh Sel Kanker? Begini Kata Dokter

Beberapa penelitian ungkap pasien kanker, rata-rata mengalami efek samping yang lebih sedikit selama bulan puasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bisakah Berpuasa Bunuh Sel Kanker? Begini Kata Dokter
Doc. FFID
Ilustrasi: Beberapa pendapat menyebutkan bahwa puasa dapat memberikan dampak kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa pendapat menyebutkan bahwa puasa dapat memberikan dampak kesehatan.

Menurut Konsultan Onklogi Eka Hospital Bekasi dr. Budi Harapan Siregar, Sp.B (K)Onk, hal ini juga berlaku bagi pasien kanker.

Beberapa penelitian ungkap pasien kanker, rata-rata mengalami efek samping yang lebih sedikit selama bulan puasa.

Namun, apakah puasa bisa membunuh sel kanker?

Dr Budi sebut jika saat ini belum ada penelitian yang menyatakan dengan tegas bahwa berpuasa bisa membantu tubuh membunuh sel kanker.

"Namun, beberapa penelitian dengan subjek terbatas memang menunjukkan ada manfaat puasa dalam membunuh sel kanker,"ungkap dr Budi pada keterangannnya, Selasa (19/3/2924).

Rekomendasi Untuk Anda

Luasa yang berkelanjutan dapat merangsang proses autofagi.

Proses autofagi adalah proses tubuh untuk “membersihkan” diri dari sel-sel tubuh yang sudah rusak.

Tubuh kemudian akan “mendaur ulang” bagian yang masih dapat digunakan.

Sehingga hanya tersisa sel-sel sehat saja. Autofagi sering dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan termasuk kanker.

Terlalu banyak sel-sel rusak dalam tubuh dapat meningkatkan risiko mutasi genetik yang dapat berujung pada kanker.

Selain itu, sebuah studi juga menunjukkan proses autofagi juga dapat menghambat kematian jaringan atau peradangan pada sel kanker.

"Yaitu (dengan) memproduksi energi sel dan prekursor metabolik. Sehingga dapat menurunkan risiko penyebaran kanker," tambahnya.

Namun, di sisi lain, penelitian yang dilakukan masih banyak yang menggunakan hewan penelitian.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas