Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Merawat Kemabruran Puasa, dari Khauf ke Khasyyah

Jika ingin selamat dari siksa neraka maka seharusnya kita menjauhi hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti perzinahan, pembunuhan, korupsi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Merawat Kemabruran Puasa, dari Khauf ke Khasyyah
Instagram @nasaruddin_umar
NASARUDDIN UMAR - Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan khutbah Jumat sekaligus memberikan arahan di sela menghadiri prosesi pemancangan perdana Masjid Al-Ikhlas PIK, Riverwalk Island PIK, Tangerang, Banten, Jumat (7/3/2025). 

Oleh:

Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA

TRIBUNNEWS.COM - Ikhauf dan khasyah dapat diartikan dengan takut di dalam bahasa Indonesia. 

Akan tetapi di dalam Bahasa Arab, keduanya dapat dibedakan pengertiannya. 

Baca juga: Ramadan 2025, Alamtri Ajak 1.000 Anak Yatim Buka Puasa Bersama 

Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat kaya dengan kosa kata (mufradat). 

Itulah sebabnya ada kesulitan di dalam menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa apapun. 

Bahasa Arabnya “cinta” ada 14 kosa kata, mulai dari cinta monyet sampai pada cinta Ilahi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Akan tetapi jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia semuanya bisa diartikan dengan cinta.  

Contoh lain, kata “jika” padanannya di dalam bahasa Arab ada tiga kosa kata, yaitu: idza, lau, dan in. 

Jika suatu keadaan yang digambarkan 99,9 persen kemungkinannya akan terjadi maka digunakan kata idza. 

Sebaliknya jika suatu keadaan 99,9 persen kemungkinannya tidak akan terjadi maka digunakan kata lau. 

Jika separuh-separuh kemungkinannya akan terjadi maka digunakan kata in. 

Contoh lain, duduk (yang tadinya berdiri) kosa kata Arab-nya jalasa dan duduk yang tadinya tidur kosa kata Arab-nya qa’ada. 

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Pasien Penyakit Ginjal Sebelum Menjalankan Puasa Ramadan

Kata jalasa dan qa’ada keduanya di-Indonesia-kan dengan kata duduk.

Kata khauf yang berasal dari akar kata khafa berarti takut, tetapi obyek yang ditakuti itu adalah makhluk seperti harimau, ular, tsunami, gempa bumi, hantu, dll. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas