Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Merawat Kemabruran Puasa, dari Khauf ke Khasyyah

Jika ingin selamat dari siksa neraka maka seharusnya kita menjauhi hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti perzinahan, pembunuhan, korupsi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Merawat Kemabruran Puasa, dari Khauf ke Khasyyah
Instagram @nasaruddin_umar
NASARUDDIN UMAR - Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan khutbah Jumat sekaligus memberikan arahan di sela menghadiri prosesi pemancangan perdana Masjid Al-Ikhlas PIK, Riverwalk Island PIK, Tangerang, Banten, Jumat (7/3/2025). 

Contoh penggunaannya di dalam Alquran ialah: 

“Berkata Yakub; "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah daripadanya." (Q.S. Yusuf/12:13).   

Obyek yang ditakuti dalam ayat ini ialah srigala, karena itu digunakan kata akhafa.

Sedangkan kata khasyyah berasal dari akar kata khasya berarti takut, tetapi obyek yang ditakuti itu ialah Sang Khaliq, Allah SWT. 

Seperti dinyatakan di dalam Al-Qur’an: 

”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. al-Nisa’/4:9). 

Obyek yang ditakuti dalam ayat ini ialah Allah SWT, karena itu digunakan kata walyakhsya.

Rekomendasi Untuk Anda

Perbedaan kedua kosa kata itu juga mengisyaratkan perbedaan sikap. 

Jika ingin selamat dari obyek yang ditakuti dalam kata kauf, maka kita harus menjauhi obyek itu. 

Misalnya jika ingin selamat dari harimau atau tsunami jauhi obyek itu, karena jika dekat maka terancam bahaya mematikan. 

Sebaliknya jika ingin selamat dari obyek yang ditakuti dalam kata khasyyah, maka kita harus mendekati obyek yang ditakuti itu. 

Jika kita menjauhi Tuhan pasti kita akan binasa. 

Tegasnya jika ingin selamat dari obyek yang ditakuti (makhluk) jauhi obyek itu. 

Jika ingin selamat dari obyek yang ditakuti (Khaliq), dekati obyek itu.

Banyak di antara kita belum cerdas mencari penyelamatan diri dari obyek yang ditakuti. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas