Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fenomena Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadan

Kenaikan atau penurunan berat badan selama puasa seharusnya dilihat sebagai bagian dari proses memahami tubuh sendiri. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Fenomena Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadan
Tribunnews.com
ILUSTRASI BUKA BERSAMA - Acara buka bersama karyawan Tribunnews.com yang dilaksanakan pada Senin (24/3/2025). 

Konsumsi minuman manis, sirup, dan makanan tinggi gula sebaiknya dibatasi. 

Anjuran sederhana seperti tiga butir kurma sudah cukup sebagai pembuka, sementara makanan lain bersifat pelengkap, bukan menu utama.

Masalah lain yang sering terjadi adalah dominasi makanan gorengan. Proses menggoreng menambah kalori secara signifikan. 

Jika asupan kalori terus bertambah sementara pengeluaran energi minim, kondisi defisit kalori yang diharapkan saat puasa tidak tercapai.

Dehidrasi dan Minuman Diuretik Diam-diam Memengaruhi Energi

Asupan makanan tinggi garam saat sahur membuat tubuh lebih cepat haus. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi sepanjang hari. 

Dehidrasi bukan hanya soal rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak pada kemampuan tubuh untuk beraktivitas.

Konsumsi teh atau kopi berlebihan turut memperparah situasi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya memiliki efek diuretik yang membuat tubuh lebih sering mengeluarkan cairan. 

Tanpa penggantian cairan yang cukup, tubuh menjadi lebih mudah lemas saat berpuasa.

Strategi Puasa Aman untuk yang Gula Darah Tidak Stabil

Bagi orang dengan kelainan lambung atau gula darah yang tidak stabil, pengaturan pola makan menjadi prioritas utama, terutama jika tidak memungkinkan melakukan olahraga.

Fokusnya adalah memilih karbohidrat dengan indeks glikemik rendah agar energi bertahan lebih lama. 

Pola makan yang teratur saat berbuka dan sahur, menghindari lonjakan gula dari minuman manis, serta membatasi makanan tinggi lemak membantu menjaga kestabilan energi tanpa perlu aktivitas fisik berat.

Pendekatan ini membuat tubuh tetap mendapatkan asupan yang cukup, sekaligus mencegah kelebihan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Olahraga Saat Puasa: Jangan Salah Intensitas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih olahraga dengan intensitas terlalu tinggi saat kondisi tubuh belum mendapat asupan energi. 

Latihan berat saat puasa berisiko menguras otot, bukan lemak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas