Fenomena Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadan
Kenaikan atau penurunan berat badan selama puasa seharusnya dilihat sebagai bagian dari proses memahami tubuh sendiri.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Selain itu, olahraga tanpa diimbangi asupan gizi yang tepat setelahnya, terutama protein dan cairan, dapat berdampak pada komposisi berat badan.
“Jadi, berat badan itu boleh meningkat, tapi kita harus inginkan. Maksudnya masa ototnya yang kita inginkan, gitu ya,"lanjutnya.
Artinya, tujuan utama bukan sekadar menurunkan angka timbangan, melainkan membentuk komposisi tubuh yang lebih sehat.
Mindful Eating Jadi Kunci Selama Puasa
Kenaikan berat badan saat puasa sering kali bukan masalah medis yang rumit, melainkan refleksi dari kebiasaan makan yang kurang sadar.
Mindful eating, makan dengan kesadaran penuh terhadap porsi dan kualitas makanan, menjadi strategi penting.
Dengan memahami bahwa timbangan bukan satu-satunya indikator kesehatan, mengatur asupan karbohidrat, membatasi gorengan dan minuman manis, serta menjaga hidrasi, puasa dapat tetap menjadi momen perbaikan gaya hidup.
Pada akhirnya, kenaikan atau penurunan berat badan selama puasa seharusnya dilihat sebagai bagian dari proses memahami tubuh sendiri.
Fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas, membantu menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kenyamanan menjalani ibadah.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan