Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hindari 4 Jenis Makanan Saat Puasa Agar Tak Cepat Lapar, Mengantuk, dan Haus

Tidak ada makanan yang mutlak harus dihindari. Namunm ada beberapa jenis yang sebaiknya dibatasi seperti disampaikan dr. Oqti Rodia, Sp.GK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hindari 4 Jenis Makanan Saat Puasa Agar Tak Cepat Lapar, Mengantuk, dan Haus
Surya/Purwanto
TAKJIL - Warga membeli takjil di Pasar Takjil Jalan Surabaya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Pasar Takjil Jalan Surabaya ramai dikunjungi masyarakat saat bulan Ramadhan untuk mencari beraneka ragam hidangan berbuka puasa seperti gorengan, minuman dingin, hingga makanan lauk pauk. SURYA/PURWANTO 

Jika dikonsumsi berlebihan, natrium tinggi bisa membuat tubuh cepat haus saat berpuasa. Selain itu, asupan garam berlebih juga berisiko membuat tekanan darah tidak terkontrol.

Padahal banyak orang memanfaatkan Ramadan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

3. Gorengan, Boleh Tapi Jangan Jadi Pembuka

Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka. Pertanyaannya, bolehkah dikonsumsi?

Dr. Oqti menjelaskan bahwa pilihan utama saat berbuka sebaiknya dimulai dari yang cair, seperti air putih, lalu makanan yang belum banyak diolah, misalnya kurma.

Jika ingin makan gorengan, sebaiknya tidak dijadikan menu pertama. Artinya, gorengan bisa dikonsumsi setelah makan utama, bukan sebagai pembuka saat perut benar-benar kosong.

Pendekatan bertahap ini membantu tubuh beradaptasi setelah seharian dalam kondisi tanpa asupan.

Rekomendasi Untuk Anda

4. Pedas dan Asam, Waspadai Lambung

Makanan pedas dan asam juga perlu diperhatikan, terutama bagi yang memiliki masalah lambung.

Saat puasa, lambung dalam kondisi kosong cukup lama. Konsumsi pedas berlebihan bisa memicu iritasi lambung, nyeri ulu hati, hingga rasa perih yang mengganggu kenyamanan ibadah.

Karena saat berpuasa tidak bisa langsung minum obat sesuka hati, risiko gangguan lambung ini perlu dipertimbangkan sejak awal.

Intinya: Bukan Dilarang, Tapi Dikontrol

Pesan utama dari dr. Oqti bukan soal larangan total, melainkan pengendalian porsi dan waktu konsumsi.

Takjil manis, makanan asin, gorengan, hingga pedas tetap bisa dinikmati, asalkan tidak berlebihan dan tidak menjadi pilihan pertama saat perut kosong.

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga kesempatan melatih pola makan lebih sadar. 

Dengan mengurangi gula, natrium berlebih, serta makanan pemicu iritasi lambung, tubuh bisa tetap bertenaga, ibadah lebih nyaman, dan risiko gangguan kesehatan pun dapat diminimalkan selama Ramadan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas