Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Langkah Utama Memperbaiki Kualitas Puasa di Bulan Ramadan, Hadirkan Hati saat Berdzikir

Menghadirkan hati atau istihdhor dalam berdzikir menjadi kunci perbaikan kualitas ibadah, termasuk puasa, bagi seorang mukmin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Guruh Putra Tama
Editor: Dwi Setiawan
zoom-in Langkah Utama Memperbaiki Kualitas Puasa di Bulan Ramadan, Hadirkan Hati saat Berdzikir
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TADARUS - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Umat Islam memanfaatkan waktu puasa dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan tadarus Al Quran guna menambah amalan dan pahala selama bulan suci Ramadan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Hati-lah yang mendorong kaum muslimin untuk mau berbuat baik atau menaati perintah penciptanya.

Sebagaimana hal itu disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

'Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati,' (hadits riwayat Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779).

Berdasarkan hadits tersebut, manusia yang menjalani kehidupannya tanpa berdzikir tak ada bedanya dengan mayat berjalan.

Ia masih bisa makan, bernafas, dan bekerja tetapi hatinya kering dari mengingat Allah.

Dengan rutin berdzikir, hati manusia tak akan kering dan mati, sebaliknya, malah akan menjadi kuat.

Barangkali ada yang menganggap berdzikir itu ibadah yang melelahkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Anggapan itu bisa disanggah dengan sebuah hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

'Hendaklah lisanmu senantiasa basa dengan dzikir kepada Allah' hadits riwayat Tirmidzi no. 3375.

Hal yang diperintahkan Allah dan Rasul, pada dasarnya, tak ada yang memberatkan manusia.

Semua perintah yang datang berasal dari wahyu sang Pencipta Langit dan Bumi yang mengetahui seluk beluk makhluk ciptaannya.

Dengan adanya anjuran banyak berdzikir itu, manusia sejatinya tak akan terbebani.

Cukup dengan menggerakkan lisan, manusia sudah bisa melakukan ibadah tersebut.

Salah satu teladan paling luar biasa dari kekuatan hati ini adalah dari sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam bernama Abdullah bin Umi Maktum.

Abdullah bin Umi Maktum adalah seorang yang buta, lemah secara fisik, tetapi masih ikut berjihad lantaran tekad hati yang kuat.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas