Langkah Utama Memperbaiki Kualitas Puasa di Bulan Ramadan, Hadirkan Hati saat Berdzikir
Menghadirkan hati atau istihdhor dalam berdzikir menjadi kunci perbaikan kualitas ibadah, termasuk puasa, bagi seorang mukmin.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Dwi Setiawan
Hal yang perlu menjadi catatan adalah dzikir dilakukan dengan lisan, bukan di dalam hati.
Hadits Rasulullah di atas merinci bahwa dzikir dilakukan dengan lisan, bukan hati.
2. Membesarkan Efek Ibadah
Dzikir bisa menambah atau membesarkan efek dari sebuah ibadah yang dijalani.
Sebagaimana contoh ada dua orang melakukan ibadah, di mana salah satunya hanya sebatas ritual atau gerakannya saja.
Sedangkan yang lain melengkapinya dengan dzikir terbaik yang sahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Nilai ibadah dari kedua orang tersebut akan berbeda berkat dzikir yang terselip.
Namun untuk memberikan kekuatan dan efek, dzikir tak bisa dilakukan dengan serampangan.
Ustadz Rizky Narendra menyebut dzikir juga harus disertai dengan istihdhor atau menghadirkan hati dalam dzikir.
Istihdhor juga bisa disebut ihsan, sebagaimana yang lebih mahsyur di kalangan masyarakat.
Ihsan adalah beribadah sebagaimana seseorang itu melihat Allah. Jika tidak bisa, maka Allah sesungguhnya melihat ibadah seseorang tersebut.
Dengan ihsan yang menyertai dzikir, seseorang itu akan lebih merasakan dan mendalami ibadahnya tersebut.
Hal itu karena ia merasa diawasi Allah di setiap aktivitasnya.
Pada akhirnya, kehadiran hati tersebut akan menimbulkan manisnya ibadah.
"Jika seseorang sudah merasakan manisnya ibadah, pasti akan ketagihan," ucap Ustadz Rizky Narendra saat ditemui Tribunnews di lantai dua Masjid Pondok Pesantren Imam Bukhari.
Kaum muslimin tak akan lagi kesulitan untuk khusyuk dalam ibadah dengan adanya ihsan di dalam dirinya.
Dengan itu, kualitas ibadahnya, termasuk puasa di bulan Ramadan, akan meningkat kualitasnya. (*)
(Tribunnews.com/Guruh)