Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sedang Haid atau Junub, Bolehkah Tetap Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan?

Membaca Al-Qur’an selama Ramadan memiliki keutamaan yang besar, tapi ada kondisi fisik membuat seseorang tidak boleh membaca Al-Qur’an.

Ringkasan Berita:
  • Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki pahala besar, tetapi harus memperhatikan adab dan kesucian saat menyentuh atau membaca mushaf.
  • Menurut jumhur ulama (Hanafi, Syafi’i, Hambali), orang yang sedang haid atau junub tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an secara langsung.
  • Menurut mazhab Maliki, orang yang sedang haid atau junub diperbolehkan membaca Al-Qur’an, terutama untuk menjaga hafalan dan amalan bacaan.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah. 

Di bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, mulai dari salat, dzikir, sedekah, hingga membaca Al-Qur’an. 

Membaca Al-Qur’an selama Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar, karena setiap huruf yang dibaca akan mendatangkan pahala, bahkan dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat. 

Selain pahala, membaca Al-Qur’an juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat iman, dan menenangkan hati di tengah kesibukan dan tantangan sehari-hari.

Namun, tidak semua kondisi fisik memungkinkan seseorang membaca Al-Qur’an secara langsung.

Ada kalanya seseorang mengalami hal-hal yang membuatnya tidak dalam keadaan suci, misalnya haid atau junub. 

Rekomendasi Untuk Anda

Haid adalah darah yang keluar secara rutin dari wanita yang sudah baligh sebagai bagian dari siklus reproduksi, sedangkan junub adalah keadaan seseorang yang mengalami hadas besar akibat hubungan suami-istri atau mimpi basah, yang mensyaratkan bersuci sebelum melakukan ibadah tertentu. 

Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah mereka tetap boleh membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan yang penuh keutamaan?

Pentingnya Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan

Dalam tayangan Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, Shariah Compliance Takaful Keluarga dan  Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Satibi Darwis, menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa. 

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapatkan pahala, dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. 

Baca juga: 3 Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan: Sahur, saat Berpuasa, dan Buka Puasa

Bahkan hanya membaca satu huruf pun, seperti alif, lam, mim, sudah mendatangkan pahala yang besar.

"Baginda Nabi pernah bersabda Man qara'a (siapa yang membaca) harfan (satu huruf) min kitabillah (dari firman Allah) falahu bihi hasanatun (maka baginay suatu kebaikan), wal-hasanatu bi 'asyri amtsaliha (dan satu kebaikan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan), laa aqwaalu almu harfun, wa lakin alifun harfun, wa lamun harfun, wa mimun harfun.” (akan tetapi Alif satu huruf, lam satu. Aku tidak mengatakan bahwa (yang dimaksud huruf) berarti Mim (dimaknai) satu huruf," jelasnya.

Karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan suci Ramadan sangat dianjurkan. 

Lebih dari sekadar membaca, memahami makna, merenungkan ayat-ayat, dan mengamalkan pesan-pesan Al-Qur’an adalah bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah. 

Namun, Islam juga menekankan adab dan tata cara berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas