Amalan Sunyi, Menahan Lisan di Bulan Ramadhan Agar Puasa Tak Sia-sia
Muslim yang sejati tidak hanya berpuasa dari menahan lapar dan haus di bulan Ramadan, namun juga menahan lisan dari perkataan dosa dan sia-sia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Sri Juliati
Allah memerintahkan Maryam untuk bernazar tidak berbicara kepada siapa pun.
“Aku bernazar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berpuasa, maka hari ini aku tidak akan berbicara dengan siapa pun,” demikian pesan yang disampaikan dalam Surah Maryam.
Bagi KH Miftah, dua kisah ini menunjukkan bahwa puasa bicara bukan sekadar diam, melainkan bentuk kepasrahan total kepada Allah.
Dalam situasi penuh harap maupun penuh cemas, menahan lisan menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya.
Mengapa Menahan Lisan Itu Penting?
Manusia, kata KH Miftah, adalah makhluk yang hampir tidak pernah berhenti berbicara—bahkan dalam pikirannya sendiri.
Riuh kata-kata dalam kepala sering kali melahirkan kecemasan, kekhawatiran, bahkan memperkeruh doa.
“Ketika kita berhenti berbicara, berhenti riuh rendah di kepala kita, pada saat yang sama kita belajar untuk lebih berserah diri kepada Allah,” jelasnya.
Selama bulan Ramadan, setan dibelenggu. Artinya, dorongan untuk berbuat buruk melemah.
Termasuk dorongan untuk menggunjing, menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, atau berbicara yang menyakiti orang lain.
“Pada saat lisan berkurang aktivitasnya, ruh kita justru menguat,” tegas KH Miftah yang juga Ketua Yayasan Muthahhari Bandung.
Puasa Bicara di Era Digital
KH Miftah juga mengingatkan bahwa puasa bicara tidak hanya berlaku pada lisan, tetapi juga pada jari jemari.
Di era digital, menahan diri berarti membatasi apa yang ditulis, dipublikasikan, dan disebarkan di media sosial.
“Puasa bicara bukan hanya dengan lisan kita, puasa bicara juga dengan jari jemari kita,” pesannya.
Artinya, Ramadan adalah momen untuk menyaring setiap kata, setiap unggahan, setiap komentar.
Beliau mengajak muslim untuk introspeksi diri, apakah komentar yang dituliskan mendekatkan diri pada kebaikan? Ataukah justru menambah keruh suasana?
Baca tanpa iklan