Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berlayar dengan Jukung Bugis Made in Bali

selain itu ia juga sama sekali tidak paham bahasa yang digunakan suku Bugis

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Awal juga mengatakan bahwa untuk membuat perahu pihaknya tidak melaksanakan ritual khusus, maupun mendoakan perahu. Awal mengatakan keluarganya membuat perahu dengan perhitungan matang, sehingga bisa membawa keselamatan bagi nalayan yang menggunakannya.

"Apa lagi kalau perawatannya benar, perahu saya ini bisa bertahan sampai dua puluh tahun," jelasnya.

Untuk masalah harga kata Awal hal itu tergantung ukuran perahu. Awal mencontohkan untuk perahu dengan panjang 4,5 meter yang mampu menghadapi ombak setinggi dua meter dan menampung dua orang ia membandrolnya dengan harga Rp 4,5 juta. Ia mengaku modal untuk membuat perahu sepanjang 4,5 meter sekitar Rp 2,5 juta.

Keuntungan membuat perahu itu akan ia bagi dengan anggota keluarganya yang ikut memproduksi perahu.

Dalam satu tahun Awal dan Abdul bisa menerima sekitar dua belas permintaan pembuatan perahu dari nelayan-nelayan di Kabupaten Buleleng. Kata Awal keluarganya tidak menjadikan pembuatan perahu itu sebagai profesi utama.
Menurutnya ia dan sang ayah masih menjadikan profesi nelayan sebagai profesi utama, sedangkan kegiatan membuat perahu adalah profesi sampingan yang dikerjakan setiap tidak melaut.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas