Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Direktur LAPAR: Bakal Calon Wali Kota Lebih Doyan Jual Tubuh

Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel Abdul Karim, menilai manuver bakal kontestan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel Abdul Karim, menilai manuver bakal kontestan Pilwali Makassar periode 2014-2019 makin memprihatinkan.

Menurut Karim, Pilwali Makassar kali ini hanya sandiwara para elite atau panggung milik bakal kontestan. Sejatinya, Pilwali Makassar adalah pesta demokrasi dan milik rakyat.

"Masyarakat Kota Makassar cenderung dikibuli dan sebatas penonton belaka. Pilwali kali ini bukan agenda seleksi kepemimpinan milik warga Makassar," katanya di Kantor LAPAR Sulsel, Jl Toddopuli, Makassar, Sabtu (18/5/2013).

Indikasinya, lanjut Karim, gaya para bakal kontestan cenderung tidak menjual gagasan dan visi masing-masing saat mendekati masyarakat. "Melainkan menjual tubuhnya dalam arti sosiologis-ekonomi," ujar Karim.

Kebanyakan bakal calon wali kota Makassar menurut temuan Karim, lebih doyan memperkenalkan identitas sosial, latar belakang kultural, dan ekonomi saat turun sosialisasi di masyarakat.

"Gagasan visi mengenai Makassar lebih baik di masa datang nol, mereka abstrak. Mereka kosong ide soal bagaimana membangun peradaban kota yang bermakna bagi seluruh warga, bila Pilkada wali kota begini modelnya, warga akan menjadi penonton. Pilkada sebagai salah satu instrumen demokrasi sudah tereduksi makna atau substansinya," jelas Karim.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas