Ribuan Koran Serambi Indonesia Dibakar Kelompok Misterius di Bireuen
Sebanyak 2 ribuan eksemplar koran harian Serambi Indonesia dan Prohaba, ditemukan terbakar di kawasan Cot Gapu.

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 2 ribuan eksemplar koran harian Serambi Indonesia dan Prohaba, ditemukan terbakar di kawasan Cot Gapu, Kabupaten Biruen, Sabtu (9/11/2013).
Sebelumnya, ribuan eksemplar media massa cetak tersebut dirampas oleh sekelompok pria misterius saat diturunkan dari mobil ekspedisi rental, di depan toko buku Bireuen Pos, Sabtu sekitar pukul 05.00 wib.
Kasus kekerasan terhadap media ini, sudah ditangani pihak Polres Bireuen. Namun, sejauh ini belum diketahui motif para pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang ini.
Keterangan diperoleh, peristiwa perampasan dan pembakaran koran Harian Serambi Indonesia dan Prohaba ini terjadi saat sopir mobil ekspedisi, Safrizal bersama kernetnya, sedang menurunkan koran di teras toko Bireuen Pos, jalan Mawar Bireuen sekitar pukul 04.45 WIB.
Safrizal mengatakan, pelaku datang dengan mengendarai lima sepeda motor. Mereka memerintahkan Safrizal dan kernetnya untuk menurunkan seluruh koran dari mobil. Saat itu, Safrizal sempat mendengar ada anggota kelompok menyebutkan dirinya sebagai "anggota Relawan Rakyat".
Tidak diketahui persis siapa Relawan Rakyat yang dimaksud oleh pelaku. Karena lembaga yang memakai nama `relawan rakyat', yakni Tim Relawan Rakyat (TRA) Lembaga Sosialisasi Memorandum Of Understanding (LES MoU), yang dikonfirmasi Serambi membantah pihaknya terlibat dalam insiden tersebut.
Menurut keterangan Safrizal, setelah seluruh koran diturunkan, salah seorang anggota kelompok menanyakan kendaraan yang membawa koran. "Saya ketakutan mereka memaksa untuk menurunkan seluruh koran dan menanyakan mobil siapa. Saya menjawab mobil milik pribadi, bukan milik Serambi," kata sopir mobil rental ini.
Selanjutnya, para pelaku memaksa sopir segera meninggalkan lokasi yang biasa menjadi tempat penitipan koran Serambi Indonesia dan Prohaba untuk jatah Bireuen dan sekitarnya.
Peristiwa perampasan koran ini, sempat membuat para agen dan loper koran kalang kabut. Awalnya, mereka menyangka koran jatah Sabtu (9/11) kemarin terlambat datang, sehingga mereka tetap setia menunggu di tempat biasa.
Keadaan menjadi heboh, ketika satu jam kemudian ada warga menginformasikan koran Serambi dan Prohaba ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan Cot Gapu Bireuen. Koran yang dirampas kemudian dibakar adalah jatah agen di Bireuen dan sebagian agen di Bener Meriah dan Aceh Tengah
"Seperti biasanya usai subuh kami mengambil koran di depan Toko Buku Bireuen Post untuk kami edarkan ke pelanggan, tapi pagi ini (kemarin-red) tidak ada koran, sehingga kami kehilangan omset ratusan ribu rupiah," kata Maimun yang didampingi beberapa loper di Bireuen.
Minta maaf
Mengantisipasi kebutuhan koran bagi pembaca di Bireuen, manajemen Serambi Indonesia melakukan cetak ulang untuk mengganti koran Serambi dan Prohaba yang telah dibakar.
Hasil cetak ulang di perwakilan Serambi Lhokseumawe ini, baru tiba kembali di Bireuen sekitar pukul 11.30 wib, untuk selanjutnya didistribusikan ke para agen di Bireuen guna diteruskan ke pelanggan.
Pihak manajemen Serambi Indonesia menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan, pembaca, agen, loper, serta relasi lainnya, atas keterlambatan tibanya Serambi dan Prohaba edisi Sabtu (9/11) di kawasan Bireuen, dan sebagian Bener Meriah.
"Insiden ini tentu di luar perkiraan kita semua, kami memohon maaf kepada semua relasi, terutama para pelanggan, agen, serta loper di kawasan Bireuen dan sekitarnya," kata Saiful Bahri, Manejer Sirkulasi Harian Serambi Indonesia.